Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Daerah
  • Infrastruktur

Longsor Menggerus Jalan, Lambannya Respons Pemerintah Dipertanyakan: Warga Tiga Kecamatan Terus Bertaruh Nyawa

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

Maumere — Kerusakan parah pada ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Kewapante, Hewokloang, Doreng hingga Mapitara kembali menuai kritik. Hingga kini, belum terlihat langkah konkret perbaikan dari pemerintah daerah meski kondisi jalan semakin mengkhawatirkan akibat longsor yang menggerus badan jalan di sejumlah titik.

Jalur yang menjadi akses utama ribuan warga itu kini berubah menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan. Di beberapa lokasi, badan jalan menyempit drastis dan hanya menyisakan ruang sempit bagi kendaraan yang melintas.

Ironisnya, meski kerusakan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan berulang kali dikeluhkan masyarakat, respons pemerintah dinilai belum sebanding dengan tingkat risiko yang dihadapi warga setiap hari.

Jalan tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga distribusi hasil pertanian dari wilayah pedalaman menuju pusat-pusat perdagangan di Kabupaten Sikka.

"Setiap hari masyarakat melintas dengan rasa waswas. Apalagi saat malam hari atau ketika hujan turun. Sedikit saja lengah, kecelakaan bisa terjadi," ungkap salah seorang pengguna jalan.

Kondisi ini memunculkan kritik bahwa pemerintah terkesan lebih cepat berbicara soal pembangunan daripada bergerak menyelamatkan infrastruktur yang sudah nyata-nyata membahayakan masyarakat.

Menanggapi keluhan warga, Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Fraksi PSI, Feliks Segon, mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan agar segera melaporkan kondisi tersebut secara resmi kepada instansi teknis terkait.

"Saya sudah menghubungi Camat Hewokloang dan Camat Doreng untuk membuat laporan resmi disertai dokumentasi foto agar segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait," kata Feliks.

Menurutnya, jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Hewokloang, Doreng, dan Mapitara sehingga tidak boleh dibiarkan terlalu lama dalam kondisi membahayakan.

"Dengan kondisi jalan yang sempit akibat longsor, risiko kecelakaan sangat tinggi, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari," ujarnya.

Sorotan terhadap ruas jalan ini sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa kesempatan, warga telah menyampaikan aspirasi dan harapan agar pemerintah segera melakukan penanganan darurat sebelum kerusakan semakin meluas.

Namun hingga kini, masyarakat masih menunggu bukti nyata di lapangan. Bagi warga, persoalannya sederhana: jalan ini bukan proyek untuk diperdebatkan, melainkan akses kehidupan yang digunakan setiap hari. Ketika jalan rusak dibiarkan berbulan-bulan tanpa penanganan memadai, yang dipertaruhkan bukan hanya kenyamanan, tetapi keselamatan manusia.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu terjadinya kecelakaan atau korban jiwa untuk bertindak. Sebab fungsi pemerintah bukan hanya merencanakan pembangunan, tetapi memastikan rakyat dapat menjalani aktivitasnya dengan aman dan layak. **ah

Baca Juga
Tag:
  • Daerah
  • Infrastruktur
Bagikan:
Berita Terkait
  • Longsor Menggerus Jalan, Lambannya Respons Pemerintah Dipertanyakan: Warga Tiga Kecamatan Terus Bertaruh Nyawa
  • Longsor Menggerus Jalan, Lambannya Respons Pemerintah Dipertanyakan: Warga Tiga Kecamatan Terus Bertaruh Nyawa
  • Longsor Menggerus Jalan, Lambannya Respons Pemerintah Dipertanyakan: Warga Tiga Kecamatan Terus Bertaruh Nyawa
  • Longsor Menggerus Jalan, Lambannya Respons Pemerintah Dipertanyakan: Warga Tiga Kecamatan Terus Bertaruh Nyawa
  • Longsor Menggerus Jalan, Lambannya Respons Pemerintah Dipertanyakan: Warga Tiga Kecamatan Terus Bertaruh Nyawa
  • Longsor Menggerus Jalan, Lambannya Respons Pemerintah Dipertanyakan: Warga Tiga Kecamatan Terus Bertaruh Nyawa
Berita Terbaru
  • Longsor Menggerus Jalan, Lambannya Respons Pemerintah Dipertanyakan: Warga Tiga Kecamatan Terus Bertaruh Nyawa
  • Longsor Menggerus Jalan, Lambannya Respons Pemerintah Dipertanyakan: Warga Tiga Kecamatan Terus Bertaruh Nyawa
  • Longsor Menggerus Jalan, Lambannya Respons Pemerintah Dipertanyakan: Warga Tiga Kecamatan Terus Bertaruh Nyawa
  • Longsor Menggerus Jalan, Lambannya Respons Pemerintah Dipertanyakan: Warga Tiga Kecamatan Terus Bertaruh Nyawa
  • Longsor Menggerus Jalan, Lambannya Respons Pemerintah Dipertanyakan: Warga Tiga Kecamatan Terus Bertaruh Nyawa
  • Longsor Menggerus Jalan, Lambannya Respons Pemerintah Dipertanyakan: Warga Tiga Kecamatan Terus Bertaruh Nyawa
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal









Terpopuler
  • Janda Lansia di Dusun Hepang Bertahan di Rumah Bambu Lapuk yang Nyaris Roboh

  • Menolong Persalinan di Tengah Laut, Bidan Muda Sikka Terima Penghargaan Kemanusiaan

  • Nama Dicatut dan Disudutkan di Media Sosial, Warga Watuliwung Siapkan Laporan ke Polres Sikka

  • Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa SMP oleh Oknum Polisi Masuk Sidang Etik, Keluarga Korban: Jangan Berhenti di Kode Etik

  • Viktor Dethan Timnas Indonesia Pulang ke Kampus, San Pedro Dorong Potensi Anak Muda NTT

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.