Rote Ndao – Sawah bukan sekadar hamparan lahan hijau. Di balik setiap petaknya tersimpan harapan akan ketersediaan pangan, penghidupan jutaan petani, serta keseimbangan lingkungan yang menopang kehidupan masyarakat.
Namun, Indonesia terus kehilangan puluhan ribu hektare lahan sawah setiap tahun akibat alih fungsi lahan. Jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga seluruh masyarakat.
Berkurangnya luas sawah akan menyebabkan produksi beras dan pangan nasional menurun. Akibatnya, ketergantungan terhadap impor pangan meningkat dan harga bahan makanan berpotensi terus naik sehingga membebani ekonomi rumah tangga.
Di sisi lain, hilangnya lahan pertanian juga berarti semakin banyak petani kehilangan mata pencaharian. Fungsi sawah sebagai daerah resapan air pun ikut berkurang, sehingga risiko banjir dan kerusakan lingkungan menjadi semakin besar.
Karena itu, perlindungan lahan pertanian menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah, petani, pelaku usaha, hingga masyarakat perlu berkolaborasi untuk menjaga keberadaan sawah sebagai aset strategis bangsa.
Menjaga sawah berarti menjaga ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
Sawah adalah masa depan pangan kita. Mari jaga bersama demi Indonesia yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaulat dalam pangan. **usgo


