KUPANG – Komitmen memperkuat kualitas pendidikan di Kota Kupang kembali ditegaskan dalam momentum peletakan batu pertama pembangunan Taman Kanak-Kanak (TK) Kristen Kota Kupang, yang berlangsung di Kelurahan LLBK, Kecamatan Kota Lama, Senin (4/5).
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, bersama Wali Kota Kupang, Christian Widodo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, Anggota DPR RI Anita Jacoba Gah, Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt. Saneb Ena Blegur, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri Abdul Mu’ti juga menyerahkan bantuan berupa tas sekolah kepada 32 peserta didik sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan anak usia dini.
Ia menegaskan bahwa pembangunan TK Kristen Kota Kupang merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan sejak dini. Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kesiapan anak menuju jenjang pendidikan berikutnya.
“Revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan, termasuk di wilayah timur Indonesia. Karena itu, pembangunan sarana pendidikan seperti ini dinilai penting untuk memastikan akses pendidikan yang layak bagi semua anak.
Lebih lanjut, Menteri berharap pembangunan dapat rampung tepat waktu dalam kurun empat bulan, dengan tetap menjaga kualitas konstruksi agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sementara itu, Wali Kota Kupang Christian Widodo menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di daerahnya.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, Kota Kupang telah mendapatkan program revitalisasi untuk enam Sekolah Dasar (SD) dan dua Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Pada tahun 2026 ini, tahap pertama sudah ditetapkan empat SMP yang akan direvitalisasi. Kami berharap dari total 34 proposal yang diajukan dapat terealisasi secara bertahap,” jelasnya.
Wali Kota juga menyoroti kondisi riil di lapangan yang menunjukkan masih adanya sekolah dengan kerusakan berat serta keterbatasan sarana prasarana, meskipun berada di wilayah perkotaan.
“Walaupun kita berada di kota, masih banyak sekolah yang membutuhkan perhatian serius. Dukungan pemerintah pusat masih sangat kami harapkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, revitalisasi tidak hanya berorientasi pada bangunan fisik, tetapi juga pada penciptaan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan disiplin.
“Dari ruang-ruang kelas yang sederhana inilah akan lahir pemimpin-pemimpin besar di masa depan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan arah bangsa,” ungkapnya.
Kepala TK Kristen Kota Kupang, Nortje R. Padaleti, turut menyampaikan rasa syukur atas pembangunan tersebut. Ia berharap fasilitas baru nantinya mampu meningkatkan kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar bagi anak-anak.
Pembangunan TK Kristen Kota Kupang menjadi bagian dari program revitalisasi pendidikan yang diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi Kota Kupang yang beriman, berkarakter, dan berkualitas, sejalan dengan visi Kota Kupang sebagai “Kota Kasih” yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. **()
