Kupang — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan nyata bagi masyarakat. Melalui berbagai program strategis dan dukungan pemerintah pusat, sejumlah capaian signifikan disebut telah berhasil diraih, mulai dari sektor infrastruktur, pendidikan, hingga ekonomi kerakyatan.
Dalam narasi yang disampaikan, Gubernur Melki menekankan bahwa di tengah efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap mampu menarik dukungan besar dari pemerintah pusat. Hal ini ditunjukkan dengan bantuan infrastruktur yang diproyeksikan mencapai lebih dari Rp1,5 triliun pada tahun 2026 melalui berbagai balai teknis nasional.
Selain itu, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali disalurkan melalui Bank NTT setelah sempat terhenti selama enam tahun. Pada tahap awal, kucuran dana mencapai Rp350 miliar dari total komitmen Rp1 triliun untuk tahun 2026. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM.
Di sektor pendidikan, pemerintah juga mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik sebesar Rp1,06 triliun untuk tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk peningkatan kualitas pendidikan di seluruh wilayah NTT.
Pengembangan kawasan industri turut menjadi perhatian. Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao mendapatkan tambahan anggaran hingga Rp853 miliar pada 2026, meningkat dari Rp749 miliar pada tahun sebelumnya. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di wilayah selatan NTT.
Sementara itu, investasi besar juga masuk ke Kabupaten Sabu Raijua dengan nilai lebih dari Rp1 triliun, mencakup sektor garam, perikanan, dan energi listrik. Di bidang perumahan, kuota program bedah rumah meningkat drastis dari 436 unit pada 2025 menjadi 18.000 unit pada 2026, dengan potensi mencapai lebih dari 20.000 unit jika didukung APBD.
Tak hanya itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga merencanakan pembangunan tambak udang vaname di Waingapu dengan nilai investasi mencapai Rp7,2 triliun. Proyek ini diperkirakan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Di sektor pendidikan lanjutan, pembangunan Sekolah Garuda di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), telah dialokasikan anggaran sebesar Rp233 miliar per sekolah. Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan delapan Sekolah Rakyat di seluruh NTT dengan total anggaran Rp2 triliun guna memperluas akses pendidikan berkualitas.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi salah satu prioritas, dengan potensi anggaran mencapai Rp6 triliun di NTT. Program ini tidak hanya menyasar pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga diharapkan menggerakkan ekonomi lokal.
Di sisi lain, penguatan ekonomi desa dilakukan melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh wilayah NTT, dengan potensi perputaran ekonomi mencapai lebih dari Rp9 triliun.
Gubernur Melki menegaskan bahwa seluruh program tersebut merupakan bukti nyata kerja pemerintah dalam membangun NTT secara menyeluruh. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah.
“NTT bangkit karena kerja nyata, bukan sekadar omon-omon.” **()
