Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Hukum dan Kriminal

WALHI NTT Soroti Penanganan Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumba Timur, Desak Polres Transparan

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

Waingapu, Mutiara-Timur.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur (NTT) melontarkan kritik terhadap kinerja Kepolisian Resor (Polres) Sumba Timur dalam menangani kasus tambang emas ilegal di wilayah penyangga Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti.

Melalui rilis resmi yang diterima media ini, WALHI NTT menilai proses penanganan kasus tersebut berjalan tidak transparan dan terkesan mandek. Padahal sebelumnya, aparat kepolisian telah mengamankan sejumlah pelaku yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut.

Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan kepada publik terkait perkembangan penanganan kasus, termasuk status hukum para pelaku, tahapan penyidikan, maupun kemungkinan adanya aktor besar di balik praktik tersebut.

Divisi Hukum WALHI NTT, Yulianto Behar Nggali Mara, menegaskan bahwa publik memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana proses hukum berjalan.

“Kami melihat ada indikasi kuat bahwa penanganan kasus tambang emas ilegal ini tidak transparan dan cenderung mandek. Publik berhak tahu bagaimana perkembangan kasus ini, siapa saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka, dan apakah ada aktor besar yang turut diusut,” tegasnya.

Menurut WALHI, aktivitas tambang emas ilegal di kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan kejahatan serius yang berdampak luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Selain berpotensi merusak sumber air, aktivitas tersebut juga mengancam ketahanan pangan dan keselamatan warga di Sumba Timur.

WALHI NTT menilai ketidakjelasan penanganan kasus ini dapat menimbulkan sejumlah dampak serius, di antaranya membuka peluang bagi pelaku untuk kembali beroperasi, melemahkan efek jera, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

“Jika tidak ditangani secara serius dan terbuka, maka wajar jika publik mempertanyakan integritas aparat penegak hukum. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas,” lanjut Yulianto.

Atas dasar itu, WALHI NTT mendesak Polres Sumba Timur untuk segera membuka informasi secara transparan terkait perkembangan kasus tersebut. Selain itu, aparat juga diminta mengungkap jumlah tersangka, pasal yang dikenakan, serta memastikan penanganan perkara dilakukan hingga ke aktor intelektual dan pemodal.

WALHI juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini, bahkan membuka kemungkinan membawa persoalan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi apabila tidak ada kejelasan dari aparat penegak hukum di daerah.

Menurut WALHI, penegakan hukum yang tegas, transparan, dan berkeadilan menjadi kunci utama dalam menghentikan praktik perusakan lingkungan yang terus terjadi di wilayah Sumba Timur.

Waingapu, Mutiara-Timur.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur (NTT) melontarkan kritik terhadap kinerja Kepolisian Resor (Polres) Sumba Timur dalam menangani kasus tambang emas ilegal di wilayah penyangga Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti.

Melalui rilis resmi yang diterima media ini, WALHI NTT menilai proses penanganan kasus tersebut berjalan tidak transparan dan terkesan mandek. Padahal sebelumnya, aparat kepolisian telah mengamankan sejumlah pelaku yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut.

Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan kepada publik terkait perkembangan penanganan kasus, termasuk status hukum para pelaku, tahapan penyidikan, maupun kemungkinan adanya aktor besar di balik praktik tersebut.

Divisi Hukum WALHI NTT, Yulianto Behar Nggali Mara, menegaskan bahwa publik memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana proses hukum berjalan.

“Kami melihat ada indikasi kuat bahwa penanganan kasus tambang emas ilegal ini tidak transparan dan cenderung mandek. Publik berhak tahu bagaimana perkembangan kasus ini, siapa saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka, dan apakah ada aktor besar yang turut diusut,” tegasnya.

Menurut WALHI, aktivitas tambang emas ilegal di kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan kejahatan serius yang berdampak luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Selain berpotensi merusak sumber air, aktivitas tersebut juga mengancam ketahanan pangan dan keselamatan warga di Sumba Timur.

WALHI NTT menilai ketidakjelasan penanganan kasus ini dapat menimbulkan sejumlah dampak serius, di antaranya membuka peluang bagi pelaku untuk kembali beroperasi, melemahkan efek jera, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

“Jika tidak ditangani secara serius dan terbuka, maka wajar jika publik mempertanyakan integritas aparat penegak hukum. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas,” lanjut Yulianto.

Atas dasar itu, WALHI NTT mendesak Polres Sumba Timur untuk segera membuka informasi secara transparan terkait perkembangan kasus tersebut. Selain itu, aparat juga diminta mengungkap jumlah tersangka, pasal yang dikenakan, serta memastikan penanganan perkara dilakukan hingga ke aktor intelektual dan pemodal.

WALHI juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini, bahkan membuka kemungkinan membawa persoalan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi apabila tidak ada kejelasan dari aparat penegak hukum di daerah.

Menurut WALHI, penegakan hukum yang tegas, transparan, dan berkeadilan menjadi kunci utama dalam menghentikan praktik perusakan lingkungan yang terus terjadi di wilayah Sumba Timur.**go



Baca Juga
Tag:
  • Hukum dan Kriminal
Bagikan:
Berita Terkait
  • WALHI NTT Soroti Penanganan Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumba Timur, Desak Polres Transparan
  • WALHI NTT Soroti Penanganan Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumba Timur, Desak Polres Transparan
  • WALHI NTT Soroti Penanganan Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumba Timur, Desak Polres Transparan
  • WALHI NTT Soroti Penanganan Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumba Timur, Desak Polres Transparan
  • WALHI NTT Soroti Penanganan Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumba Timur, Desak Polres Transparan
  • WALHI NTT Soroti Penanganan Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumba Timur, Desak Polres Transparan
Berita Terbaru
  • WALHI NTT Soroti Penanganan Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumba Timur, Desak Polres Transparan
  • WALHI NTT Soroti Penanganan Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumba Timur, Desak Polres Transparan
  • WALHI NTT Soroti Penanganan Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumba Timur, Desak Polres Transparan
  • WALHI NTT Soroti Penanganan Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumba Timur, Desak Polres Transparan
  • WALHI NTT Soroti Penanganan Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumba Timur, Desak Polres Transparan
  • WALHI NTT Soroti Penanganan Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumba Timur, Desak Polres Transparan
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal








Terpopuler
  • Mengabdi Sejak 2006 di Kojadoi, Guru PNS Pertanyakan Status dan Dugaan Hilangnya SK

  • Gaji Rp150 Ribu, Jalan 6 Km Setiap Hari: 11 Tahun Pengabdian Guru SDK Wukur Akhirnya Dilirik Manto Eri

  • Jukir Maumere Keluhkan Upah di Bawah UMK, Soroti Kebijakan Pengelolaan Parkir oleh Vendor

  • Forum Rumah Rakyat Kecil Kecam Penggusuran di Ende, Desak Solusi Kemanusiaan

  • Di Balik 100% Kelulusan, Ini Makna “LUCEAT LUX VESTRA” yang Menggetarkan dari SMA Giovanni Kupang

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.