Maumere — Aksi penyegelan ruang kepala sekolah di SMP Negeri Nuba Arat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada hari ini berdampak langsung pada lumpuhnya kegiatan belajar mengajar (KBM) serta terhentinya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejak pagi, aktivitas sekolah tidak berjalan sebagaimana mestinya. Para siswa dipulangkan lebih awal, sementara program MBG tidak terlaksana, sehingga banyak siswa tidak sempat menerima makanan di sekolah. Kondisi ini menambah kekhawatiran karena siswa menjadi pihak yang paling terdampak dari konflik internal yang terjadi.
Aksi penyegelan dilakukan sebagai bentuk lanjutan dari protes sejumlah guru terhadap kepemimpinan di sekolah tersebut. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya titik terang setelah kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka di lokasi.
Salah satu guru, Albert Nong Nukak, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima dengan baik langkah yang diambil oleh Plt Kadis PKO Sikka, Patrisius Pederiko.
Menurutnya, tuntutan yang disampaikan para guru telah mendapat respons dan dianggap telah terjawab.
“Kami sudah terima dengan baik. Kehadiran Plt Kadis PKO membuat kami merasa puas karena tuntutan kami sudah dijawab,” ungkapnya.
Ia juga memastikan bahwa aktivitas sekolah akan kembali berjalan normal pada hari berikutnya.
“Besok aktivitas sekolah sudah kembali normal,” tegasnya.
Dengan adanya perkembangan tersebut, diharapkan proses belajar mengajar serta program MBG dapat segera kembali berjalan sehingga hak-hak siswa dapat terpenuhi secara optimal. **arishalilintar
