Maumere, Mutiara - Timur.com – Aksi mogok kegiatan belajar mengajar selama dua hari di SMP Negeri Nuba Arat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mendorong berbagai pihak mengingatkan pentingnya penyelesaian yang bijak dan terukur.
Anggota DPRD Sikka dari Fraksi PSI, Feliks Segon, mengimbau para guru agar menyikapi persoalan yang terjadi dengan kepala dingin dan mengedepankan dialog sebagai jalan keluar. Ia menekankan agar situasi yang berkembang tidak berdampak pada hak dasar siswa untuk memperoleh pendidikan.
“Sebesar apa pun persoalannya, sebaiknya diselesaikan secara tenang. Jangan sampai anak-anak menjadi pihak yang dirugikan,” ujarnya.
Menurut Feliks, keberlangsungan proses belajar mengajar harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa siswa tidak boleh ikut menanggung dampak dari persoalan internal yang terjadi di lingkungan sekolah.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sikka, Patris Pederikus, dalam merespons kondisi tersebut. Respons cepat dinilai penting untuk menjaga stabilitas dan memastikan aktivitas pendidikan dapat segera kembali normal.
Feliks berharap seluruh pihak dapat menahan diri serta membangun komunikasi yang konstruktif demi menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan sekolah.
Upaya penyelesaian yang mengutamakan kepentingan siswa diharapkan mampu memulihkan situasi, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung tanpa gangguan. **, arishalilintar
