Mutiara Timur, Kupang – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV menunjukkan komitmennya dalam merespons cepat berbagai persoalan di lingkungan perguruan tinggi. Hal ini terlihat saat menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Nusantara di Aula LLDIKTI XV, Kamis (16/4/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Adrianus Amheka, didampingi Kepala Bagian Umum Agustinus Fahik serta para Ketua Tim Kerja. Dalam forum tersebut, pihak LLDIKTI mendengarkan berbagai aspirasi mahasiswa terkait dinamika yang terjadi di internal STIKES Nusantara.
Salah satu isu utama yang disampaikan adalah dikeluarkannya Ketua STIKES Nusantara dari grup percakapan WhatsApp yang beranggotakan seluruh pimpinan perguruan tinggi swasta di wilayah LLDIKTI XV.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Adrianus menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil karena Ketua STIKES Nusantara belum menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan dari LLDIKTI XV dan Ombudsman terkait dugaan penyalahgunaan beasiswa KIP Kuliah.
“Sebagai bentuk solusi, kami sepakat Ketua STIKES Nusantara akan dimasukkan kembali ke dalam grup pimpinan PTS, dengan catatan segera mempercepat tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan tersebut,” jelasnya.
Meski tengah menghadapi dinamika di tingkat pimpinan, LLDIKTI XV memastikan pelayanan terhadap mahasiswa tetap berjalan normal.
“Kami pastikan hak-hak mahasiswa tidak terganggu. Proses akademik tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Prof. Adrianus.
Ia juga menegaskan kembali peran LLDIKTI dalam sistem pendidikan tinggi, yakni sebatas melakukan verifikasi dan validasi terhadap usulan yang diajukan perguruan tinggi melalui sistem yang berlaku.
“Kami hanya melakukan verifikasi dan validasi data. Jika usulan dinyatakan memenuhi syarat, maka kami memberikan rekomendasi. Namun, pelaksanaan proses akademik seperti wisuda sepenuhnya menjadi kewenangan perguruan tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, proses verifikasi dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun, dalam kondisi tertentu yang membutuhkan percepatan, LLDIKTI dapat memberikan rekomendasi lebih cepat guna mendukung kelancaran proses akademik mahasiswa.
Di akhir pertemuan, Prof. Adrianus mengimbau seluruh perguruan tinggi agar memastikan kelengkapan dan keakuratan data dalam setiap pengajuan. Hal ini penting agar proses verifikasi berjalan lancar tanpa hambatan.
Langkah responsif LLDIKTI XV ini diharapkan mampu menjaga kualitas pendidikan tinggi di wilayah Nusa Tenggara Timur, sekaligus memastikan mahasiswa tetap terlindungi dan dapat menyelesaikan studi mereka dengan baik. **go
