Kupang, Mutiara-Timur.com — Developer PT Anugerah Timor Pratama, Boby Fam Dale, menyerahkan seluruh sarana dan prasarana air minum dari 350 unit rumah kepada Perumda Air Minum Kota Kupang untuk dikelola sebagai aset pemerintah daerah.
Penyerahan tersebut merupakan bagian dari kerja sama resmi yang telah dilakukan pada Februari lalu, mencakup sejumlah kawasan perumahan seperti Patoko Agria, Patoko Indah, Regans Residence di Kolhua, serta Blessingland di Sikumana.
Boby menjelaskan, seluruh infrastruktur air minum dibangun oleh pihak developer sejak awal, mulai dari pengeboran sumur, jaringan distribusi, hingga reservoir penampungan air.
“Semua kita bangun sendiri, dari sumur bor sampai instalasi. Setelah itu kita serahkan ke pemerintah melalui Perumda untuk dikelola,” ungkapnya seusai mengikuti acara HUT Perumda Air Minum Kota Kupang ke-17.
Ia menegaskan bahwa dalam kerja sama tersebut tidak ada skema bagi hasil. Hal ini karena pengelolaan air minum telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan sebagai kewenangan pemerintah daerah.
“Tidak ada bagi hasil. Memang aturannya seperti itu, pengelolaan air harus oleh pemerintah. Kita sebagai developer tidak bisa ambil keuntungan dari situ,” tegasnya.
Menurut Boby, pembangunan sarana air minum ini menjadi langkah penting, mengingat pada awal pengembangan perumahan belum tersedia jaringan air dari pemerintah. Oleh karena itu, pihaknya mengambil inisiatif dengan membangun beberapa titik sumur bor di setiap lokasi.
“Sumber air kita ambil dari sumur bor di masing-masing perumahan untuk memenuhi kebutuhan penghuni,” jelasnya.
Terkait dukungan pemerintah, Boby mengaku tidak ada fasilitas khusus yang diberikan. Namun, pihaknya sempat mengusulkan perbaikan akses jalan masuk ke kawasan perumahan sepanjang kurang lebih 80 meter.
“Kami hanya berharap kalau ke depan ada anggaran, mungkin jalan masuk bisa diperhatikan. Tidak panjang, sekitar 80 meter saja,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa sejak awal para penghuni telah diberi pemahaman bahwa pengelolaan air minum ke depan akan dilakukan oleh Perumda, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di kemudian hari.
“Yang penting bagi masyarakat air tetap tersedia. Siapa yang kelola tidak jadi masalah, yang penting pelayanannya baik dan berkelanjutan,” tambahnya.
Boby turut mengakui kondisi keterbatasan anggaran pemerintah saat ini, sehingga pihaknya tidak ingin memberikan tuntutan berlebihan dalam kerja sama tersebut.
“Kita juga memahami kondisi sekarang, apalagi ada efisiensi anggaran dari pusat. Jadi kita tidak mau terlalu menuntut,” ungkapnya.
Dengan penyerahan ini, diharapkan Perumda Air Minum Kota Kupang dapat lebih optimal dalam mengelola layanan air bersih di kawasan perumahan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan akses air minum yang layak dan berkelanjutan. **go
