KUPANG – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, memberikan apresiasi tinggi kepada umat Hindu atas penyelenggaraan pawai ogoh-ogoh yang berlangsung meriah dan penuh makna. Kegiatan ini dinilai bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi simbol nyata harmoni, persaudaraan, dan refleksi diri menjelang Hari Raya Nyepi.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan yang terjalin serta mengapresiasi peran aktif Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Kupang bersama panitia dalam menyukseskan rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial.
“Ini luar biasa. Tidak hanya pawai ogoh-ogoh, tetapi juga ada donor darah, buka bersama, hingga berbagi takjil. Ini menunjukkan bahwa iman tidak hanya hadir dalam doa, tetapi juga dalam tindakan nyata, dalam solidaritas dan persaudaraan,” ujarnya.
Mengusung tema “Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”, kegiatan ini menekankan pentingnya harmoni dalam keberagaman. Harmoni, menurutnya, bukan berarti keseragaman, melainkan keseimbangan dalam perbedaan.
“Harmoni itu bukan seragam, tetapi seimbang. Kita semua berbeda, punya karakter dan keunikan masing-masing. Namun ketika disatukan dalam keseimbangan, itulah yang menciptakan keindahan,” jelasnya.
Ia mengibaratkan Kota Kupang sebagai kanvas, sementara masyarakatnya adalah warna-warni yang membentuk lukisan indah bernama toleransi dan inklusivitas. Capaian Kota Kupang yang masuk dalam 10 besar indeks kota toleran serta penghargaan sebagai kota damai dan inklusif disebut sebagai bukti nyata komitmen tersebut.
Lebih lanjut, pawai ogoh-ogoh dimaknai sebagai simbol perlawanan terhadap sifat-sifat buruk manusia seperti amarah, keserakahan, ego, dan kebencian.
“Kita tidak hanya memusnahkan patung, tetapi juga melawan dan memusnahkan sifat buruk dalam diri kita. Itulah makna sejati dari kegiatan ini,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa esensi Hari Raya Nyepi adalah keheningan dan refleksi diri. Dalam keheningan, manusia diajak berhenti sejenak dari rutinitas untuk mengevaluasi perjalanan hidup.
“Kalau hidup tanpa jeda, seperti handphone yang tidak pernah dimatikan, lama-lama bisa rusak. Keheningan itu penting agar hidup kita kembali bermakna,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Nyepi kepada seluruh umat Hindu, seraya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan persatuan di tengah keberagaman.
“Selamat merayakan Nyepi, selamat merayakan keheningan. Semoga kita semua semakin bijak dalam menjalani kehidupan,” pungkasnya. *go

