Tembus Hibah Riset New York, Mahasiswa Undana Teliti Penyakit “Ice-Ice” yang Ancam Rumput Laut Kupang

KUPANG, mutiara-timur.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana). Seorang mahasiswa dari Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) berhasil menembus hibah riset internasional dari New York untuk meneliti solusi penyakit yang selama ini mengancam budidaya rumput laut di wilayah pesisir Kabupaten Kupang.

Mahasiswa tersebut adalah Fernando Pelile Tolok, dari Program Studi Budidaya Perairan FPKP Undana. Ia berhasil meraih pendanaan riset internasional sebesar USD 2.000 atau sekitar Rp31,5 juta untuk melakukan penelitian terkait penyakit ice-ice yang sering menyerang rumput laut dan merugikan petani di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Pendanaan tersebut diberikan untuk mendukung proyek penelitian berjudul “Protecting Seaweed Cultivation in Kupang Regency, Indonesia: Mapping Coastal Pollution and Determining Suitable Cultivation Locations to Reduce Ice-Ice Disease.” Penelitian ini bertujuan memetakan kondisi polusi pesisir sekaligus menentukan lokasi budidaya yang lebih aman agar rumput laut terhindar dari penyakit mematikan tersebut. 

Penyakit ice-ice selama ini menjadi salah satu masalah terbesar bagi petani rumput laut di NTT. Penyakit tersebut dapat menyebabkan jaringan rumput laut memutih, rapuh, hingga akhirnya mati, sehingga menurunkan produksi dan kualitas hasil panen secara drastis. 

Melalui penelitian ini, Fernando mencoba menghadirkan pendekatan berbasis data spasial dan analisis lingkungan pesisir untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu munculnya penyakit tersebut.

Dengan pemetaan yang lebih akurat, diharapkan petani dapat mengetahui lokasi budidaya yang paling ideal serta memahami faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan rumput laut.

Penelitian ini tidak hanya berorientasi pada kajian akademik, tetapi juga diharapkan menghasilkan rekomendasi praktis bagi masyarakat pesisir, khususnya petani rumput laut di Kabupaten Kupang.

Hasil riset tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi pengelolaan kawasan budidaya yang lebih berkelanjutan, termasuk dalam mengurangi dampak pencemaran pesisir yang berpotensi mempercepat penyebaran penyakit ice-ice.

Keberhasilan mahasiswa Undana meraih hibah riset internasional ini sekaligus menunjukkan bahwa karya dan inovasi anak muda dari NTT mampu bersaing di level global serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor kelautan daerah.

Prestasi ini juga mempertegas peran kampus sebagai pusat inovasi yang tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga solusi konkret bagi persoalan masyarakat, terutama dalam pengembangan komoditas unggulan seperti rumput laut di NTT. **go



Iklan

Iklan