![]() |
| Foto: Distan KP NTT, Joas Bily Oemboe Wanda, SP (Kiri) dan Kepala Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam (Kanan) |
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT (Distan KP NTT), Joas Bily Oemboe Wanda, SP, mengatakan gerakan pangan murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus upaya menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
“Gerakan pangan murah ini merupakan salah satu program pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memastikan bahwa stok pangan di NTT aman,” ujar Joas Bily Oemboe Wanda kepada media di Kota Kupang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia dan di Kota Kupang digelar di empat titik lokasi. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Bulog, Badan Pangan Nasional, serta TVRI NTT.
Dalam kegiatan itu, berbagai kebutuhan pokok disediakan untuk masyarakat seperti beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, serta komoditas pangan lainnya.
Untuk stok yang disediakan, pemerintah menyiapkan hampir satu ton beras premium dan sekitar dua ribu liter minyak goreng. Selain itu tersedia pula beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sekitar enam ton yang langsung habis terjual karena tingginya antusiasme masyarakat.
“Selisih harga dengan harga pasar cukup besar sehingga masyarakat bisa membeli dengan harga lebih murah. Beras SPHP kemasan lima kilogram dijual sekitar Rp58.000 atau sekitar Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram, sementara di pasaran bisa mencapai Rp14.000 sampai Rp15.000 per kilogram,” jelasnya.
Joas juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak sehingga semua warga yang datang dapat memperoleh kebutuhan pangan.
“Kami berharap masyarakat arif dan bijaksana dalam membeli, jangan semuanya diambil supaya masyarakat lain juga mendapat kesempatan,” tambahnya.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, memastikan bahwa stok pangan strategis di wilayah NTT berada dalam kondisi aman dan mencukupi.
Ia menjelaskan bahwa saat ini ketersediaan beras di wilayah NTT mencapai sekitar 23 ribu ton yang tersebar di berbagai gudang Bulog dan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
“Masyarakat tidak perlu resah atau melakukan pembelian berlebihan. Kami sudah menghitung kebutuhan enam bulan ke depan untuk NTT dan semuanya aman. Belanja secukupnya dan bijak, karena kami hadir setiap hari melalui jadwal Gerakan Pangan Murah,” tegas Arrahim.
Ia juga menambahkan bahwa secara nasional stok beras yang dikelola Bulog saat ini berada pada kisaran 6 hingga 7 juta ton, sehingga ketersediaan pangan secara nasional juga dalam kondisi aman.
Untuk menjamin kelancaran distribusi, Bulog NTT didukung oleh satu kantor wilayah di Kota Kupang serta 10 kantor cabang yang tersebar di seluruh NTT.
Selain melayani pembelian langsung kepada masyarakat, Bulog juga menyediakan paket sembako yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial seperti bantuan kemasyarakatan, sumbangan, kegiatan amal, kebutuhan instansi pemerintah, BUMN/BUMD, yayasan, perusahaan hingga pelaksanaan bazar dan pasar murah.
Arrahim menegaskan, Bulog akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Nusa Tenggara Timur, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.
“Melalui kolaborasi ini kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan yang cukup dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya. **go
