KOTA KUPANG, Mutiara Timur – Program unggulan energi baru terbarukan dan One School One Product (OSOP) di SMK Negeri 5 Kupang mendapat perhatian dan apresiasi dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, saat melakukan kunjungan ke sekolah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 5 Kupang Hebner Dakabesi, Senin (9/3/2026) menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Gubernur NTT di tengah kesibukan tugas pemerintahan. Menurutnya, kehadiran orang nomor satu di NTT itu menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi di daerah.
“Kami keluarga besar SMKN 5 Kupang menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur NTT yang di sela-sela kesibukannya masih berkenan hadir di sekolah kami. Kehadiran beliau merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam pengembangan SMK di NTT,” ujarnya.
Ia menjelaskan, SMKN 5 Kupang saat ini memiliki sekitar sembilan program keahlian yang menghasilkan berbagai produk, baik dalam bentuk barang maupun jasa. Beberapa di antaranya berasal dari jurusan Teknik Otomotif yang menyediakan layanan perawatan kendaraan seperti penggantian oli, hingga produk kreatif dari jurusan lain.
Namun melalui program OSOP (One School One Product), sekolah didorong untuk lebih fokus menghasilkan produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan bisa dimanfaatkan masyarakat luas.
“Program OSOP ini sangat luar biasa karena mendorong sekolah untuk menghasilkan produk nyata yang bisa dipasarkan,” jelas Dakabesi.
Dalam rangka memperkuat program tersebut, SMKN 5 Kupang juga menggelar kegiatan pendampingan branding produk yang melibatkan komunitas Forum Taman Baca Masyarakat (TBM).
Pendampingan ini bertujuan membantu sekolah memperkuat strategi narasi, visual, dan pemasaran produk siswa, mengingat selama ini produk SMK dinilai sudah banyak tetapi masih lemah dari sisi branding.
“Produk kita sebenarnya sudah banyak, tetapi dari sisi branding dan narasi kita masih kalah. Karena itu teman-teman dari TBM datang untuk memberikan pendampingan agar produk SMK bisa lebih dikenal,” katanya.
Materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut antara lain landasan filosofis program OSOP, literasi finansial, hingga teknik naratif dan visual branding produk.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran program pendampingan yang diharapkan ke depan dapat diterapkan di sekolah-sekolah SMK lainnya di NTT.
Selain program OSOP, Gubernur NTT juga memberikan perhatian khusus terhadap program unggulan Teknik Energi Terbarukan yang dikembangkan di SMKN 5 Kupang.
Program ini berfokus pada pengembangan teknologi energi ramah lingkungan, khususnya energi surya, yang dinilai sangat potensial dikembangkan di NTT karena kondisi iklim yang panas dan intensitas sinar matahari yang tinggi.
“Bapak Gubernur sangat tertarik dengan pengembangan energi baru terbarukan di sekolah kami. Ini sangat sejalan dengan visi beliau menjadikan NTT sebagai provinsi energi baru terbarukan,” ungkapnya.
Selain energi surya, sekolah juga mulai mempelajari potensi energi lain seperti energi angin dan energi hidro.
Dalam dialog bersama pihak sekolah, juga dibahas berbagai kebutuhan untuk pengembangan fasilitas dan program pendidikan vokasi.
Gubernur NTT merespons positif usulan tersebut dan menyampaikan bahwa ke depan pemerintah akan membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan BUMN seperti Pertamina, agar dapat memberikan dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat fasilitas praktik siswa serta mendukung pengembangan produk-produk inovatif dari SMK.
Kunjungan Gubernur NTT juga diisi dengan peninjauan langsung ruang praktik siswa serta dialog dengan guru dan peserta didik mengenai pengembangan pendidikan vokasi.
Bagi SMKN 5 Kupang, perhatian dari pemerintah daerah ini menjadi motivasi besar untuk terus berinovasi dan menghasilkan produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami, melalui kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan dunia usaha, produk-produk SMK dapat terus berkembang dan menjadi kebanggaan bagi Nusa Tenggara Timur,” tutup Hebner Dakabesi. **go
