KUPANG, Mutiara Timur – Inovasi teknologi mulai berkembang di lingkungan pendidikan vokasi. Di SMKN 6 Kupang, para siswa berhasil mengembangkan presensi digital yang digunakan untuk mengecek kehadiran siswa secara lebih praktis dan efisien.
Program ini lahir dari dorongan Kepala SMKN 6 Kupang, Asa Lahtang, S.Pd; M.Pd; yang mendorong siswa untuk memanfaatkan kemampuan teknologi khususnya di bidang Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
Presensi digital tersebut dirancang sebagai sistem yang dapat membantu sekolah memantau kehadiran siswa secara lebih cepat dan terintegrasi. Selain menjadi solusi administrasi sekolah, inovasi ini juga menjadi sarana praktik langsung bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan coding dan pengembangan perangkat lunak.
Menurut pihak sekolah, pengembangan aplikasi presensi digital ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya inovasi dan kreativitas di lingkungan sekolah.
Asa Lahtang menegaskan bahwa siswa SMK harus dibiasakan menciptakan produk nyata yang bisa digunakan dan memiliki manfaat.
“Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga harus mampu menghasilkan produk teknologi yang berguna,” ujarnya.
Selain mengembangkan teknologi digital, pihak sekolah juga memberikan pendampingan kepada siswa sejak awal masuk hingga lulus sekolah agar mereka dapat menemukan minat dan bakatnya secara maksimal.
Pendampingan ini bertujuan agar lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan adanya presensi digital karya siswa, SMKN 6 Kupang menunjukkan bahwa sekolah vokasi mampu menjadi pusat inovasi teknologi yang lahir dari kreativitas para pelajar. **go

