Khutbah Idul Fitri di Maumere “Tampar” Korupsi: Iman Bisa Runtuh, Peradaban Terancam

Maumere, mutiara - timur.com – Pesan kuat tentang bahaya korupsi mengemuka dalam khutbah Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Darussalam Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Jumat (20/3/2026).

Khutbah yang disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sikka, Moh. Ihsan Wahab, mengangkat tema “Jihad Memperkokoh Nilai Keadaban Bangsa” Dalam penyampaiannya, ia tidak hanya mengajak umat merayakan kemenangan setelah Ramadan, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga nilai moral dan integritas dalam kehidupan sosial.

Pada awal khutbah, ia mengajak jamaah bersyukur atas kesempatan menjalani ibadah puasa yang diyakini mampu membersihkan jiwa. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan spiritual tidak berhenti pada Ramadan saja, melainkan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa perjuangan (jihad) yang dimaksud bukan sekadar dalam konteks fisik, tetapi juga perjuangan melawan hawa nafsu, termasuk menahan diri dari tindakan yang merusak nilai kemanusiaan seperti ketidakjujuran dan penyalahgunaan kekuasaan.

Menurutnya, puasa sejatinya melatih pengendalian diri, sehingga seseorang mampu menjauhi perbuatan yang dilarang, termasuk korupsi. Ia menyebut, praktik korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap nilai iman dan keadaban.

“Korupsi itu menegasikan iman, merusak kesucian jiwa, menzalimi sesama, dan pada akhirnya menghancurkan peradaban,” tegasnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an secara tegas melarang umat untuk mengambil harta orang lain dengan cara batil, termasuk melalui praktik suap dan manipulasi hukum.

Khutbah tersebut menjadi refleksi bagi umat Islam di Sikka agar tidak hanya menjaga kesalehan ritual, tetapi juga membangun kesalehan sosial dengan menjunjung tinggi kejujuran, amanah, dan kepedulian terhadap sesama.

Pesan moral yang disampaikan diharapkan mampu menjadi pengingat kolektif bahwa pembangunan bangsa yang bermartabat hanya dapat terwujud jika masyarakat menjauhi praktik-praktik yang merusak, terutama korupsi. ** arishalilintar 


Iklan:







Iklan

Iklan