Ketua IKADA Sipri Radho Toly Dukung Isidorus Lilidjawa Lanjutkan Program Tertunda, Mubes 2026 Tegaskan Arah Baru Organisasi

 


KUPANG – Tongkat estafet kepemimpinan Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kota Kupang resmi berpindah. Isidorus Lilidjawa terpilih sebagai Ketua IKADA Kupang periode 2026–2029 dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar Sabtu, 28 Februari 2026, di Aula Paroki St. Petrus Rasul Kupang.

Mubes yang berlangsung demokratis itu menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi paguyuban warga Ngada di Kota Kupang. Selain agenda Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Ketua periode 2023–2026, forum juga membahas sejumlah isu strategis dan urgensi penguatan kelembagaan IKADA ke depan.

Proses Demokratis, 41 Ketua Arisan Gunakan Hak Suara

Proses penjaringan calon ketua dilakukan sejak tingkat arisan kelompok dan menghasilkan lima nama. Namun, dalam perjalanannya tiga calon menyatakan tidak bersedia, satu calon mengundurkan diri sebelum Mubes, dan dua lainnya—termasuk Ketua periode sebelumnya, Dr. Sipri Radho Toly—menyatakan tidak mencalonkan diri kembali.

Akhirnya, dua nama maju dalam pemilihan, yakni Isidorus Lilidjawa dan Ambros Kodho. Pemilihan diikuti 41 ketua arisan kelompok sebagai pemilik hak suara.

Hasilnya, Isidorus Lilidjawa meraih 24 suara, Ambros Kodho memperoleh 16 suara, dan 1 suara dinyatakan tidak sah. Dengan hasil tersebut, Isidorus resmi dipercaya menakhodai IKADA Kupang untuk tiga tahun ke depan.

Isidorus: “Saya Tidak Bisa Berjalan Sendiri”

Usai terpilih, Isidorus Lilidjawa putra Riung dari Arisan Riung Barat Kota Kupang menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh paguyuban dalam “rumah besar” IKADA.

Ia menegaskan kemenangan tersebut bukan sekadar angka, melainkan amanah dari 24 paguyuban yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

“Saya sangat berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan ini. Dari 41 pemilih, 24 memberikan suara kepada saya. Ini lebih dari mayoritas dan menjadi tanggung jawab besar untuk memimpin IKADA periode 2026–2029,” ujarnya.

Isidorus menekankan bahwa dirinya tidak bisa bekerja sendiri. Ia mengajak seluruh elemen IKADA untuk bersatu membangun organisasi dengan program konkret dan berdampak langsung bagi warga Ngada di Kota Kupang.

Beberapa fokus utama yang akan digencarkan antara lain: Penguatan kelembagaan IKADA, Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) warga IKADA,Pemberdayaan ekonomi anggota, Penguatan solidaritas sosial antar paguyuban.

Menurutnya, IKADA tidak boleh hanya hadir dalam momentum duka (mori), tetapi juga dalam momentum kehidupan (vita), saat anggota membutuhkan dukungan pengembangan diri dan ekonomi.

“Kita harus memaknai kehidupan saat ini. IKADA harus semakin berkembang, maju, dan memberi dampak positif bagi warga Ngada di Kota Kupang,” tegasnya.

Sipri Radho Toly: Siap Dukung Ketua Terpilih

Ketua IKADA periode 2023–2026, Dr. Sipri Radho Toly, menyampaikan bahwa dirinya masih menjabat hingga pelantikan resmi pada 16 April 2026, sesuai Anggaran Rumah Tangga organisasi.

Ia juga menjelaskan bahwa ketua terpilih diberikan waktu 30 hari untuk menyusun badan pengurus lengkap.

“Saya siap mendukung ketua terpilih. Program-program yang belum terlaksana pada masa kepemimpinan saya, akan saya bantu untuk dilanjutkan,” ujarnya.

Sipri menegaskan, selama masa kepengurusannya, program yang paling menyentuh anggota baru sebatas pelayanan kedukaan. Ia berharap kepengurusan baru dapat memperluas cakupan program, terutama di bidang pemberdayaan ekonomi.

Menurutnya, iuran anggota harus kembali kepada anggota dalam bentuk program nyata seperti: Pemberdayaan ekonomi, Pelatihan UMKM, Penguatan koperasi, Bedah rumah anggota, dan Pengembangan bidang ekonomi kreatif.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap mahasiswa Ngada di Kupang yang dinilai masih belum terorganisir secara maksimal.

“Saya sudah komunikasi dengan Pemda Ngada. Kalau bisa, pemerintah daerah juga membantu karena ini warga Ngada. Kita ingin sekretariat IKADA juga permanen,” tambahnya.

Dua Sosok, Satu Komitmen untuk IKADA

Mubes IKADA 2026 bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga simbol kesinambungan. Isidorus Lilidjawa membawa semangat baru, sementara Dr. Sipri Radho Toly menunjukkan kedewasaan organisasi dengan komitmen mendukung tanpa syarat.

Keduanya menjadi representasi kepemimpinan yang saling melengkapi—yang satu melanjutkan estafet, yang lain memastikan fondasi tetap kokoh.

Dengan semangat kebersamaan, warga Ngada di Kota Kupang kini menaruh harapan besar agar IKADA tidak hanya menjadi wadah solidaritas, tetapi juga motor penggerak ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan anggotanya. *go



Iklan

Iklan