SIKKA, MOF — Kasus kematian seorang siswi yang ditemukan meninggal dunia di Kabupaten Sikka kembali menuai sorotan. Pihak keluarga korban menduga kuat terdapat unsur 𝙥𝙚𝙢𝙗𝙪𝙣𝙪𝙝𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙧𝙚𝙣𝙘𝙖𝙣𝙖 dalam peristiwa tragis tersebut dan meminta aparat penegak hukum mengusutnya secara profesional.
Perwakilan keluarga korban, 𝙏𝙝𝙤𝙢𝙖𝙨 𝘼𝙡𝙫𝙖 𝙀𝙙𝙞𝙨𝙤𝙣 yang dikenal dengan sapaan 𝙀𝙡 𝙑𝙤𝙡𝙘𝙖𝙣𝙤 𝘽𝙚𝙣𝙗𝙖𝙤 mengungkapkan bahwa sejak awal korban tidak pulang ke rumah, keluarga telah melaporkan kejadian tersebut ke 𝙋𝙤𝙡𝙨𝙚𝙠 𝙆𝙚𝙬𝙖𝙥𝙖𝙣𝙩𝙚. Namun menurutnya, laporan tersebut tidak segera ditindaklanjuti secara serius oleh aparat.
“Sejak korban terlambat pulang, keluarga sudah melapor ke Polsek Kewapante. Namun laporan itu tidak mendapat perhatian serius hingga akhirnya keluarga sendiri yang menemukan jenazah korban,” ujarnya.
Benbao juga menyoroti lambannya respons aparat di lokasi kejadian perkara (TKP). Ia menyebut pihak kepolisian baru tiba di lokasi sekitar 𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙟𝙖𝙢 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙗𝙖𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣 𝙟𝙚𝙣𝙖𝙯𝙖𝙝 𝙠𝙤𝙧𝙗𝙖𝙣.
Selain itu, keluarga korban menilai proses penyelidikan belum sepenuhnya mempertimbangkan keterangan saksi dari pihak korban. Menurut mereka, aparat lebih mengedepankan keterangan dari pihak yang kini berstatus terduga pelaku.
Dalam kronologi yang disampaikan keluarga, salah satu terduga pelaku diduga melakukan 𝙜𝙧𝙤𝙤𝙢𝙞𝙣𝙜 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙢𝙖𝙣𝙞𝙥𝙪𝙡𝙖𝙨𝙞 𝙠𝙚𝙥𝙚𝙧𝙘𝙖𝙮𝙖𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙝𝙖𝙙𝙖𝙥 𝙠𝙤𝙧𝙗𝙖𝙣. Orang tersebut disebut sering datang ke rumah korban untuk bermain gitar.
Belakangan, gitar milik korban dipinjam oleh terduga pelaku namun tidak dikembalikan. Korban kemudian diminta mengambil sendiri gitar tersebut di rumah para terduga pelaku yang berada di lokasi terpencil dengan medan yang sulit dijangkau.
Keluarga menduga ketika korban mendatangi lokasi tersebut, para terduga pelaku melancarkan aksi kekerasan yang berujung pada kematian korban. Bahkan, keluarga juga menduga jenazah korban sempat 𝙙𝙞𝙨𝙚𝙢𝙗𝙪𝙣𝙮𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙞𝙗𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙚𝙟𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙟𝙖𝙝𝙖𝙩𝙖𝙣.
Atas berbagai kejanggalan tersebut, Thomas Alva Edison mendesak 𝙋𝙤𝙡𝙧𝙚𝙨 𝙎𝙞𝙠𝙠𝙖 agar mengambil alih penanganan perkara secara lebih serius serta melakukan penyelidikan secara 𝙥𝙧𝙤𝙛𝙚𝙨𝙞𝙤𝙣𝙖𝙡, 𝙩𝙧𝙖𝙣𝙨𝙥𝙖𝙧𝙖𝙣, 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙗𝙖𝙨𝙞𝙨 𝙨𝙘𝙞𝙚𝙣𝙩𝙞𝙛𝙞𝙘 𝙘𝙧𝙞𝙢𝙚 𝙞𝙣𝙫𝙚𝙨𝙩𝙞𝙜𝙖𝙩𝙞𝙤𝙣
“Kami meminta Polres Sikka melakukan penyelidikan secara profesional agar kebenaran kasus ini terungkap dan keadilan bagi korban bisa ditegakkan,” tegas Benbao.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik di Kabupaten Sikka. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut perkara tersebut secara tuntas serta memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya. *arishalilintar
