Kupang - Serena Cosgrova Francis menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Kupang untuk memfasilitasi gerakan “The Bridge” yang diinisiasi Yayasan New Genesis sebagai langkah konkret memperkuat edukasi remaja dan pencegahan HIV/AIDS di Kupang.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang saat menerima audiensi Pengurus Yayasan New Genesis di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Selasa (24/2). Audiensi dihadiri Valerio Homalessy, Yanto Kapitan, Christy Renata, Viel Hermanto, Caren Sitanggang, dan Reven Amadeus selaku pengurus yayasan. Turut mendampingi, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan DP3A Kota Kupang, Mordc Putra Marcus Ratu Kore, S.Sos., serta Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, I Gusti Agung Ngurah Suarnawa, SKM.
Gerakan “The Bridge” Jawab Keprihatinan Kasus HIV/AIDS dan Kekerasan Remaja
Dalam pemaparannya, Valerio Homalessy menjelaskan bahwa gerakan “The Bridge” lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS, praktik prostitusi di kalangan pelajar, serta kekerasan seksual terhadap anak dan remaja.
Gerakan ini dirancang sebagai wadah pembinaan dengan pendekatan edukatif dan spiritual guna menjembatani generasi muda menuju masa depan yang lebih baik.
“Kerinduan kami adalah merangkul, bukan menghakimi. Jika ada pelajar yang terdampak, kami ingin memfasilitasi mereka melalui ruang konseling yang didukung tim profesional seperti dokter, psikolog, konselor, dan rohaniawan,” ujar Valerio.
Tiga Program Utama: Event “Pasca Pelajar” hingga Roadshow Sekolah
Yayasan New Genesis memaparkan tiga program utama yang akan dijalankan, yakni:
Event “Pasca Pelajar” pada 16 April mendatang dengan target hingga 1.000 pelajar SMP dan SMA sebagai pintu masuk pembinaan karakter dan kesehatan remaja.
Roadshow dan edukasi ke sekolah-sekolah terkait isu HIV/AIDS, kesehatan mental, serta penguatan identitas remaja.
Pendampingan dan konseling bagi remaja terdampak kekerasan seksual maupun persoalan kesehatan reproduksi.
Pihak yayasan juga berharap Pemerintah Kota Kupang dapat memberikan dukungan berupa akses dan rekomendasi resmi untuk pelaksanaan kegiatan di sekolah-sekolah.
Pemkot Kupang Siap Kolaborasi Lintas Sektor
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Kupang mengapresiasi inisiatif generasi muda melalui gerakan tersebut. Ia menegaskan bahwa program “The Bridge” sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka HIV/AIDS serta memperkuat perlindungan anak dan remaja di Kota Kupang.
“Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan Yayasan New Genesis. Program ini strategis dan dapat dikolaborasikan bersama pemerintah, khususnya dalam pencegahan HIV/AIDS dan edukasi remaja,” tegasnya.
Pemerintah Kota Kupang akan membuka ruang koordinasi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Yayasan diminta menyiapkan timeline kegiatan, proposal kerja sama, serta materi publikasi untuk dikoordinasikan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika.
Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang menambahkan, puskesmas selama ini telah melakukan edukasi rutin ke sekolah-sekolah. Namun kolaborasi dengan komunitas dinilai mampu memperkuat pendekatan yang lebih adaptif dan dekat dengan remaja, dengan tetap memperhatikan sinkronisasi jadwal agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.
Audiensi berlangsung konstruktif dan penuh semangat kolaborasi. Di akhir pertemuan, Wakil Wali Kota menyatakan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk mendukung pelaksanaan event “Pasca Pelajar” serta mendorong sinergi lintas sektor demi mewujudkan generasi muda Kota Kupang yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing. *go
