Wali Kota Kupang Usul Kampung Nelayan Merah Putih, Sakti Wahyu Trenggono Siap Percepat NTT Jadi Sentra Maritim


KUPANG, Mutiara-Timur.com — Komitmen menjadikan kawasan pesisir sebagai motor penggerak ekonomi kembali ditegaskan Christian Widodo saat bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kantor Gubernur NTT, Rabu (25/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Kupang secara langsung mengusulkan dua lokasi di Kota Kupang untuk masuk prioritas Program Kampung Nelayan Merah Putih.

Dua lokasi yang diusulkan berada di Kelurahan Lasiana dan Kelurahan Oesapa. Keduanya telah dinyatakan clean and clear, administrasi lengkap, serta telah diverifikasi oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kami mohon ini bisa menjadi prioritas. Semua persyaratan sudah siap, tinggal dukungan percepatan,” tegas Wali Kota.

Menurutnya, Kelurahan Lasiana memiliki sekitar 900 nelayan dengan luas kawasan kurang lebih 9,3 hektare serta potensi produksi ikan mencapai 350 ton per tahun. Namun, kerusakan peralatan akibat bencana sebelumnya membuat produktivitas nelayan belum optimal.

“Kami percaya membangun pesisir berarti membangun masa depan. Laut adalah sumber kehidupan, maka nelayan harus menjadi prioritas kesejahteraan,” ujarnya.

Wali Kota juga menegaskan kesiapan penuh Pemerintah Kota Kupang untuk berkolaborasi, mulai dari penyediaan lahan, dukungan regulasi, hingga pendampingan nelayan agar program berjalan berkelanjutan.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, meminta Dirjen Perikanan Tangkap bersama jajaran segera menindaklanjuti, mengingat Pemkot Kupang telah menyediakan lahan. Ia menegaskan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari strategi nasional memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, sejalan dengan arahan Presiden untuk membangun ekonomi dari bawah agar lebih produktif dan berdaya saing.

“Targetnya bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi kesejahteraan masyarakat. Kawasan pesisir harus menjadi pusat produksi dan industri perikanan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di NTT menjadi perhatian khusus. Saat ini, tujuh lokasi telah dibangun di wilayah NTT dan koordinasi lanjutan akan dilakukan pada 2026 guna memperluas jangkauan program.

Selain kampung nelayan, KKP juga mendorong pengembangan industri garam di Rote dan wilayah potensial lainnya di NTT. Pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor garam pada akhir 2027. NTT diharapkan menjadi salah satu sentra produksi garam nasional. Pengembangan budidaya udang modern dan rumput laut turut menjadi fokus untuk mendorong peningkatan ekspor serta menciptakan surplus neraca perdagangan daerah.

Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, mengapresiasi perhatian besar pemerintah pusat terhadap NTT. Ia menyebut berbagai program KKP telah membuka lapangan kerja dan berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan serta pertumbuhan ekonomi daerah. **(arishalilintar)


Wali Kota Kupang, Christian Widodo, Kampung Nelayan Merah Putih, Sakti Wahyu Trenggono, Menteri KKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan, NTT sentra maritim, nelayan Lasiana, nelayan Oesapa, industri garam Rote, budidaya udang NTT, rumput laut NTT, ekonomi pesisir, program KKP 2026

Iklan

Iklan