Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • dugaan mark-up anggaran
  • kasus korupsi Wae Ces
  • kerugian negara
  • mantan Kadis PUPR
  • penetapan tersangka korupsi
  • proyek APBD NTT
  • rehabilitasi jaringan irigasi
  • Tipidsus Kejati NTT

Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces: Mantan Kadis PUPR NTT di Ambang Penetapan Tersangka

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:
Foto: ilustrasi google 

Kupang, mutiara-timur.com || PENYELIDIKAN dugaan tindak pidana korupsi dalam Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Wae Ces I-IV (2.750 Ha) di Kabupaten Manggarai terus bergulir. Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut kini menjadi sorotan utama tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

Berdasarkan informasi terbaru, penyidik semakin mendekati penetapan tersangka, dengan mengantongi sejumlah bukti penting yang mengarah pada dugaan penyimpangan dana proyek irigasi tersebut. Salah satu nama yang disebut-sebut memiliki potensi besar menjadi tersangka adalah mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTT.

Proyek irigasi ini awalnya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui rehabilitasi jaringan irigasi di lahan seluas 2.750 hektar. Namun, hasil audit dan pemeriksaan lapangan menunjukkan adanya kejanggalan dalam pelaksanaan proyek, termasuk indikasi mark-up anggaran, pelanggaran spesifikasi teknis, dan penyalahgunaan wewenang.

"Kami terus mendalami bukti dan keterangan saksi. Hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) yang masih kami tunggu akan menjadi dasar kuat untuk menetapkan tersangka," ujar seorang pejabat Kejati NTT kepada wartawan.

Pihak penyidik juga mengungkapkan bahwa proses pengadaan proyek diduga melibatkan permainan sejumlah pihak untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok tertentu, sehingga merugikan keuangan daerah dalam jumlah yang signifikan. Selain itu, beberapa dokumen kontrak dan laporan keuangan proyek telah disita untuk dianalisis lebih lanjut.

Masyarakat berharap kasus ini dapat segera diungkap hingga tuntas, mengingat besarnya dampak korupsi terhadap pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh warga di wilayah tersebut. Penetapan tersangka diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembalikan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana pemerintah.*(go/dari berbagai sumber)



Baca Juga
Tag:
  • dugaan mark-up anggaran
  • kasus korupsi Wae Ces
  • kerugian negara
  • mantan Kadis PUPR
  • penetapan tersangka korupsi
  • proyek APBD NTT
  • rehabilitasi jaringan irigasi
  • Tipidsus Kejati NTT
Bagikan:
Berita Terkait
  • Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces: Mantan Kadis PUPR NTT di Ambang Penetapan Tersangka
  • Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces: Mantan Kadis PUPR NTT di Ambang Penetapan Tersangka
  • Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces: Mantan Kadis PUPR NTT di Ambang Penetapan Tersangka
  • Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces: Mantan Kadis PUPR NTT di Ambang Penetapan Tersangka
  • Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces: Mantan Kadis PUPR NTT di Ambang Penetapan Tersangka
  • Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces: Mantan Kadis PUPR NTT di Ambang Penetapan Tersangka
Berita Terbaru
  • Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces: Mantan Kadis PUPR NTT di Ambang Penetapan Tersangka
  • Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces: Mantan Kadis PUPR NTT di Ambang Penetapan Tersangka
  • Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces: Mantan Kadis PUPR NTT di Ambang Penetapan Tersangka
  • Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces: Mantan Kadis PUPR NTT di Ambang Penetapan Tersangka
  • Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces: Mantan Kadis PUPR NTT di Ambang Penetapan Tersangka
  • Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces: Mantan Kadis PUPR NTT di Ambang Penetapan Tersangka
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal








Terpopuler
  • Tunangan Baru Empat Hari, Calon Pengantin Perempuan Digerebek Keluar Hotel Bersama Pria Lain

  • Ganti Pimpinan, Kasus Tetap Mandek: Hibah Air Minum Rp6,8 Miliar di Perumda Wair Pu’an Sikka Diduga Rugikan Negara Rp2 Miliar Lebih

  • Adonara Soroti Ketimpangan Pembangunan di Flores Timur, Pemerintah Diminta Berlaku Adil

  • Receh yang Dipermainkan: Permen Kembalian di Toserba Fajar Maumere Tuai Sorotan, Dinas Perdagangan dan Lembaga Konsumen Diminta Bertindak

  • Wakil Wali Kota Kupang Kunjungi Korban Kebakaran Panti Asuhan Holly Angel, Pastikan Anak-Anak Tetap Terlayani

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.