Oleh-oleh Kunker di Perpustakaan NTT, DPRD Bertekad Jadikan TTU Kabupaten Perpustakaan

Mutiaratimur.net, Kupang, // Komisi III DPRD TTU memiliki niat luhur dalam kunjungan kerja kali ini di Perpustakaan Negara Provinsi NTT, setelah mendapat input konstruktif sebagai opeh-oleh dari lawatan kerja tersebut. Niat luhur itu adalah hendak menjadikan Kabupaten Timur Tengah Selatan sebagai Kabupaten Perpustakaan. 

Hal itu dapat terlihat dari pernyataan-peryataan Ketua Komisi III, Therensius Lazakar kepada media pada hari Kamis, (10/3) di teras Lobbi Kantor Perpustakaan, Jl. Tompello no.1 Kota Kupang.

"Kunjungan kerja kami ke sini (Perpustakaan Negara Provinsi NTT- red) dalam rangka koordinasi, sharing, atau tukar pendapat tentang pengelolaan  Perpustakaan di tingkat daerah khusus kabupaten TTU agar  bisa berjalan dengan baik," ungkap Ketua Komisi III Wakil Rakyat TTU.

Menurut Therensius, hadirnya Pertustakaan di daerah itu sangat penting untuk menunjang atau meningkat pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Dimana bisa memampukan masyarakat untuk mengelola program pemerintah secara  cerdas, terampil dan terukur. Sebagaimana diharapkan oleh pemerintah, terutama Gubernur NTT.

"Kita melihat program Bapak Gubernur berkaitan dengan sumber daya manusia soal minat membaca masyarakat. Minat membaca terhitung  mulai dari anak SD SMP,SMA maupun perguruan tinggi  sampai masyarakat umum atau dari anak-anak, remaja sampai orang dewasa perlu digenjot dengan memberi dorongan atau motivasi,"ujarnya.

Semangat Wakil rakyat untuk mendorong adanya perpustakaan bagi seluruh warga di Kabupaten TTU akan digerakan dengan strategi atau langkah aksi berikut, tutur Ketua Komisi yang didampingi Plt. Kadis Perpustakaan NTT, Bambang.

Pertama, Pengelolaan Perpustakaan tingkat Kabupaten. Tingkat kabupaten perpustakaan daerah yang ada akan lebih dioptimalkan. Menurut Ketua komisi III, dilihat dari pengembangam perpustakaan bebasis IT karena zaman digital, Pepustakaan TTU sudah ada server dan perangkat lunak lainnya. Hanya dari SDM yang akan mengelolanya masih terbatas. Karena itu dinas terkait lagi berupaya membuat solusinya untuk ketersedian SDM.

"Kabupaten TTU saat ini sudah tersedia server dalam kaitan dengan digital hanya saja kekurangan tim IT  sehingga dinas perpustakaan daerah TTU sementara menyiapkan orang dari sisi SDM secara spesifik agar mampu mengoperasikan server digital tersebut.

"Server dan perangkat lunak di  perpustakaan TTU   ini hanya melayani   di ibukota kabupaten (kota kefa- red) saja,"ucap Therensius.

Kedua, Perpustakaan desa. Dalam memberi edukasi dan informasi pembagunanan dan aspek sosial lainnya, perpustakaan desa salah satu alternatif solutif.

 Politisi Golkar, Ketua Komisi III  meminta agar peningkatan kapasitas masyarakat  dalam kaitan dengan minat baca tersebut  bisa sampai di pelosok-pelosok atau desa terpencil, supaya tak  terkesan hanya di sekitar ibu kota Kabupaten.

" Di TTU  kita harapkan bisa sampai di desa-desa dan dibangunlah ruang khusus perpustakaan berukuran 4 x 6 meter untuk  masyarakat. Bangunan tersebut bertujuan menampung , mengumpulkan  buku-buku demi melayani minat baca masyarakat setempat,"sebut Lazakar.

Menurut beliau untuk pengembangan perpustakaan  berbasi IT  masuk sampai ke pelosok-pelosok Kabupaten TTU masih sulit, karena masalah listrik dan soal jaringan internet. Pilihan tepat untuk kondisi saat ini kita harapkan adanya program perpustakaan masuk desa supaya dapat mendorong semangat literasi dan membaca masyarakat di desa,"pintanya.

Ketiga, Mobil Perpustakaan keliling. Selain bangun perpustakaan di desa Therensius Lazakar juga berharap ada mobil perpustakaan keliling yang bisa melayani anak-anak remaja dan masyarakat dewasa dalam kaitan mengakses informasi dengan membaca buku perpustakaan keliling tersebut," imbuhnya.

Politisi Partai Golkar dapil 2 TTU ini menjelaskan pula,  "kunjungan kami hari ini ada oleh-oleh yang kami dapat dari Kepala Dinas Kearsipan dan  Perpustakaan  Provinsi NTT Pak Bambang (Plt-red) yang membuat  kami bisa  mampu memotivasi masyarakat mulai dari kota sampai kecamatan bahkan desa, dusun dan RT, RW agar mereka  menyisihkan  waktu untuk mengunjungi perpustakaan desa yang ada. Atau ketika ada perpustakaan keliling mereka pun bisa mengakses dari perpustakaan tersebut."

Mengapa membaca dapat meningkatkan kualitas SDM  masyarakat, tambahnya sebab sebuah program pembangunan ataupun pekerjaan perlu ada SDM yang mumpuni, karena SDM yang baik dapat membawa masyarakat mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan atau program pemerintahan dengan baik pula. *(go)

Iklan

Iklan