Bunda Julie S.Laiskodat: Potensi Alam Kita Harus Jadi Program Super Prioritas Semua Lini

Mutiaratimur.net // PADA Puncak Peringatan Hari Bakti Rimbawan tak kalah penting pikiran Bunda Julie Sutrisnio Laiskodat sebagai bentuk dukungan terhadap program inovasi KSDAE Mengajar dari Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan progam penigkatan SDM Gubernur NTT.

Di sela-sela giat launching KSDAE Mengajar pada, Senin (21/3) di halaman SMAN 3 Fatuleu, Desa Silu Kabupaten Kupang, NTT Julie S. Laiskodat ketua Dekranasda dan PKK Provinsi NTT mengatakan,  

"Hari ini ajangnya  Program KSDAE Mengajar diluncurkan. Tentu peristiwa ini mengundang tanya kebanyakan  orang awam. Denga heran  akan ada yang merasa koq,  KSDAE itu berhubungan dengan penangan hutan atau dunia tetumbuhan dan hewan, air serta alam, tapi  bisa ya jadi bagian pendidikan di Sekolah, ada yang mengajarnya?" ungkap bunda Julie dengan kalimat retorika.

Bunda Julie S. Laiskot meneruskan pandanganya, alam itu Tuhan Ciptakan untuk kita rawat dan jaga. Lalu bagaimana caranya supaya alam tetap terjaga dan terawat agar jangan ada yang cendrung merusaknya. Apalagi  zaman  terus berkembang dengan berbagai pertumbuhan kehidupan di segala bidang. 

Julie menilai program KSDAE Mengajar ini akan lebih baik mulai digalahkan dari tingkat SD, tentang bagaimana diajarkan mencintai alam. Karena sasaran dan arah program ini pada sumber daya manusia (SDM) yang nantinya berperan besar dalam merawat atau melestarikan alam dan ekosistemnya.

"Jadi SDM itu sangat penting diperhatikan. Sebagai Ketua PKK saya benar- benar menunjang program Pak Gubernur dalam peningkatan SDM.

SDM tidak hanya teori saja tetapi juga praktek, salah satunya berangkat dari potensi  alam kita.  Alam kita harus ditempatkan sebagai super prioritas pogram yang  mesti kita jaga."⁹

Julie sebagai isteri orang nomor satu NTT ini juga menghendaki agar Program KSDAE Mengajar bisa terlaksana di semua kabupaten kota di NTT.

 "Saya sangat dukung Pak Dirjen,  saya minta program ini tidak hanya satu daerah  saja tapi harus semua di 21 Kabupaten dan 1 Kota di NTT.

 Saya istrinya Gubernur sehingga program ini harus di semua wilayah. Karena itu adalah wilayah kerjanya Gubernur," tukas Julie.

Bunda Julie Sutrisno Laiskodat yang menyatakan suportnya terhadap Dirjen KSDAE, Wiratno itu menambahkan dirinya bersedia membantu terlaksananya program dirjen tersebut.

"Hari ini MOU dengan kadis P dan K Provinsi NTT dan Dirjen KSDAE . Saya bersedia pak Dirjen membantu menjembatani implementasi program tersebut.  Sebab Pak Dirjen yang tidak selalu di NTT,  bila  dibandingkan dengan saya yang ada di NTT," tuturnya.

Julie anggota DPR RI Komisi IV pun meletakan harapannya agar kegiatan ini jangan hanya simbolis formalitas, tetapi harus terus menerus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Sebagi bentuk dukungan, Bunda Julie menyampaikan, gerakan ini sudah ada MOU dan akan segera dimulai karena itu ia  sudah mempunyai peta untuk memantau  seluruh SMA, SMK dan SLB yang menjadi ranah perhatiannya.

Lagi pula sebagai ketua PKK NTT setelah launching ini Julie akan mensosialisasikan kepada seluruh PKK di kabupaten kota agar program KSDAE Mengajar juga diterapkan pada tingkat SD dan SMP.

Lebih lanjut bila dikaitan untuk merawat dan menjaga sunberdaya alam ini, menut Julie tidak hanya bersentuh pada dinas pendidikan, tapi harus berkolaborasi juga dengan dinas-dinas terkait lainnya dan stakeholder. Maksudnya seperti tersebut supaya ada gerakan hilir ke hulu demi  kesadaran atau kepekaan bersama dalam melestarikan sumberdaya alam. 

"Program ini seharusnya dipikirkan dari hilir ke hulu takutnya bukan hanya sekedar konservasi. Sebab setelah itu menurut saya bila  orang tidak sejahtera dia akan cendrung merusak alam. Jadi kita mesti berpikir sampai pada titik itu," ucapnya lagi.

 Salah langkah agar tidak ada persoalan terhadap pelbagai masalah alam dan sosial lainnya, Bunda Julie S Laiskodat telah memulai dengan pengembangan industri  bambu bagi kaum perempuan di Flores.

" Ada tujuh kabupaten mulai dari Kabuaten Manggarai Barat sampai ke  Kabupaten Sikka, saya lagi mendampingi  Kelompok Mama- Mama Bambu  untuk mengatasi permasalahan sosial yang timbul sebagai tekanan terhadap perempuan. Karena itu sekarang  hampir tidak ada masalah tersebut. Lewat program ini saya mau membuktikan bahwa  perempuan juga bisa. Mama Mama Bambu punya programnya yang sudah terealisasi, salah satunya kegiatan konservasi bambu,"tutup Julie saat beri keterangannya.*(go)

Iklan

Iklan