HKAN 2021, Ungkap Banyak Hal Baru di NTT, Anda Perlu Ketahui

Mutiaratimur.net, Kupang- HKAN tahun 2021 di Lasiana Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur dari tanggal 22 November  hingga 24 November 2021 terdapat sejumlah hal yang menyedot perhatian masyarakat se-jagat Indonesia bahkan dunia yang cinta akan kawasan sumber daya alam.

Kawasan konservasi SDA Indonesia umumnya dan NTT khusus betul-betul menjanjikan karena keaneka ragaman hayati dan hewani.  Sehingga di hari yang sama juga tak hanya fokus pada peringatan Hari Konservasi Alam Nasional ( HKAN) tapi juga merupakan perayaan hari Cinta Puspa  dan Satwa Alam Indonesia. Perayaan ini semustinya peringatan tahunan jatuh pada tanggal 10 Agustus, tetapi pandemi covid maka digeserkan ke bulan November 2021.

Perayaan HKAN yang mengangkat tema, "Bhavana Satya Nusantara: Memupuk Kecintaan Pada Alam Nusantara"  telah memantik semangat yang menghadirkan beberapa hal penting dan menarik yang perlu menjadi perhatian berbagai pihak dalam rangka menjaga keseimbangan alam melalui pelestarian atau lebih dikenal dengan istilah menterengnya, melakukan konservasi terhadap sumber daya alam. 

Ada beberapa hal penting perlu anda ketahui di HKAN tahun 2021 di NTT, seperti yang diamati media ini sewaktu di tenda HKAN itu, antara lain: 

Pertama, NTT disebut dengan singkatan dari New Tourism Teritorial.  Ungkapan singkat NTT selama ini memang beragama versi dari substasialnya Nusa Tenggara Timur, dan bergeser kebergai plesetan diantaranya, Nasib Tidak Tentu, Nanti Tuhan Tolong, Nusa Tetap Tertinggal, Nusa Terindah Toleransi  dan lainnya. 

Di HKAN 2021 NTT plesetan baru, dikaitkan dengan kawasan konservasi sumber daya alam  yang menyediakan sejumlah peluang potensial pariwisata demi pembangunan daerah ini, maka kata NTT pun memiliki makna terbaru. Makna yang sangat kontekstual dengan kegandrungan dunia pariwisata kini. 

NTT atau New Tourism Teritoral menjadi sebuah kalimat sematan yang pas digunakan. NTT menjadi sebuah daerah tujuan utama Pariwisata, bukan lagi sebagai cadangan setelah pulau Dewata, Bali.  Itulah yang diperjuangkan Gubernur NTT selama ini. New Torism Teritorial  juga terlihat dari ungkapan Hary Kusumanegara, seorang Putra Bali pada stand pameran BBKSDA Bali Barat. 

"Selama ini orang suka atau kenal  hanya  ke Bali saja. Padahal di NTT seperti Taman Wisata Laut Lasiana juga sangat Indah. Ada jugs kita dengar beberapa kawasan alam lain  yang tidak kalah dan mendunia seperti Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Kelimutu di Flores, di Timor ada Gunung Mutis,  Camplong  dengan air terjun, belum lagi beberapa daerah lainnya di NTT suguhan alam menjanjikan," ungkap Hary.

Kedua, NTT merupakan Bentangan Surga yang bermetamorfosa. Hal ini disampaikan Gubernur Viktor Laiskodat pada sambutan di  Puncak Peringatan HKAN, Rabu, (24/12/21).

"Saya akui apa yang dikatakan pak Wiratno Keindahan alam NusaTenggara Timur itu luar biasa. Saya selalu mengataan itu bentangan surga yang bermetamofosa sempurna, itulah NTT. Sehingga itu perlu ada intervensi-intervensi. Karena tantangan buat konservasi adalah tidak bisa konservasi berjalan sendiri tanpa pertumbuhan ekonomi masyarakat, tanpa pengetahuan masyarakat terhadap konservasi lingkungan dan alam, tidak mungkin juga konservasi berjalan baik kalau pemerintah tidak mengerti konservasi. Sehebat apapun konservasi akan sia-sia adanya. Dan kita lihat juga salh satu binatang purba “komodo” One and the onlyin the world ada di NTT," ungkap Gubernur. 

Ketiga, HKAN 2021 di NTT adalah Gerakan Kolektive Gaya Hidup Baru Anak Muda di Era Digitalisasi. Pandangan tesebut merupakan ungkapan dari ibu Menteri LHK melalui Wakil Menteri LHK, Alue Dohong.  

“HKAN yang digelar kali ini bertujuan memotivasi gerakan kolektif menjadikan konservasi sebagai gaya hidup anak muda di era digital, jadi new life style for young generation. Tema HKAN 2021 “Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara : Memupuk kecintaan pada alam dan budaya nusantara, yang diterjemahkan sebagai Living with nature and culture, sejalan dengan pembelajaran yang diberikan oleh pandemi Covid-19 hampir 2 tahun ini, dimana orang akan kembali ke alam,"ucap Wakil Menteri itu pada puncaka acara HKAN yang sekaligus mewakili ibu Menteri LHK menutup Acara tersebut.

Keempat, Provinsi NTT Miniatur NKRI. Sekda NTT, Bernad Polomaing dalam sambutan pembukaan HKAN   pada hari Senin ( 22/11/21) menyoroti NTT dari sudut Keanekaragaman, tak hanya pada dunia kawasan sumber daya alam tapi juga dari aspek sosial Budaya.

"Perayaan HKAN 2021 di tempat ini, Provinsi Nusa Tenggara Timur kali ini sangatlah tepat. Provinsi NTT miliki keragaman yang tinggi. Di Lingkungan  Hidup dan ( Kehutanan- red) kita kenal keanekaragaman hayati. Provinsi ini memiliki keragaman dari segala aspek. Dari sisi konservasi nusa tenggara timur memiliki keunggulan komparatif, jika dibandingkan dengan daerah lain. Ada satwa komodo satu satunya di dunia di Labuan Bajo, ada danau kelimutu, danau tiga warna di Ende, ada dugon, ikan duyung yang bisa dipanggil datang ke pengunjung di Alor, perburuan tradisional ikan paus Lamalera, Lembata, ada taman laut tidak kalah hebatnya dengan Bunaken, dan banyak lagi yang lainnya ada di NTT," ujar Sekda.

Keanekaragaman dari aspek sosial budaya lanjut sekda, NTT lebih tepatnya disebut Miniaturnya Indonesia. Provinsi NTT memiliki 1.192 pulau denga tiga pulau besar, Flores, Sumba dan Timor. Jumlah suku di NTT, ada 18 suku besar belum sub suku-sukunya. Bahasa ada 69 bahasa daerah minimal. Agama-agama besar lengkap di Nusa Tenggara Timur. Jadi dengan keragaman pulau, suku dan agama tepat kalau Provinsi NTT  kita sematkan Miniatur Indonesia."

Pada hari HKAN kali ini juga ada even bermakna lain yang perlu untuk diketahui, yaitu: Pertama, Launching Film “The Mountain Series”: “Rakata” (TNUK), “The Promise” (TN Kelimutu), “The Miracle River” (TNGHS) dan Launching redesign Aplikasi “Wisata Alam Indonesia” (Appstore dan Play Store) yang mengintegrasikan Informasi Wisata TN dan TWA, Paket Wisata, Penyediaan Jasa serta Booking Online. Acara tersebu dilakukan oleh Wakil Menteri LHK secara langsung di panggung utama HKAN.

Kedua,  pada acara ini juga dilaksanakan pemberian Anugerah Konservasi Alam 2021, pemberian penghargaan Dirjen KSDAE dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara : 1) Kepala BBKSDA NTT dengan Bupati Sikka tentang Pembangunan Strategis yang Tidak Dapat Dielakkan Berupa Pembangunan 5 (Lima) Infrastruktur Strategis Yaitu Pembangunan Jalan Lingkar Luar Pulau Besar, Peningkatan Jalan Pemana-Ngolo (Eksisting), Perbaikan Jaringan Air Minum Koja Gete Perumaan (Eksisting), Peningkatan Jaringan Air Minum Desa Koja Doi (Eksisting) dan Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Plus di Dalam Kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur;

 2) Kepala BBKSDA NTT dengan Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) tentang Adendum/Perubahan (Pertama) Pembangunan Strategis yang Tidak Dapat Dielakkan Berupa Pembangunan Sarana Komunikasi Jaringan Kabel Fiber Optik di Kawasan Taman Wisata Alam Ruteng, Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Cagar Alam Watu Ata Kabupaten Ngada, Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; 

3)  Kepala BBKSDA NTT dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur tentang Pembangunan Strategis yang Tidak Dapat Dielakkan Berupa Pembangunan Jaringan Listrik Desa Saluran Udara TeganganM Menengah(SUTM) 20 kV Melintasi Kawsan Konservasi Cagar Alam Wae Wuul, Taman Wisata Alam Ruteng, Taman Wisata Alam Tuti Adagae, Cagar Alam Mutis Timau, Suaka Margasatwa Kateri dan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Taman Wisata Alam Gugus Pulau Teluk Maumere, Provinsi Nusa Tenggara Timur; dan 4)BTN Matalawa dengan Kelompok Masyarakat.

Ketiga, aksi lapangan sebagai bentuk kepedulian terhadap alam. Kegiatan  yang dilakukan oleh Bapak Wakil Menteri LHK dan Bapak Gubernur NTT dengan pelepasliaran satwa 6 ekor burung Elang paria (milvus migran) dan 35 ekor burung Perkici timor (Trichoglossus euteles); menanam jenis tanaman pantai di pantai Lasiana didampingi Ketua DPRD Provinsi NTT, Walikota Kupang dan Dirjen KSDAE.**(bungmarmin)

Iklan

Iklan