Dispar Kota Kupang Siap Renovasi Dua Destinasi Unggulan Guna Menunjang Pertumbuhan Ekonomi


Josevina Monika Getha, Kadis Pariwisata Kota Kupang

Mutiaratimur.com,- Pandemik Covid-19 yang telah membuat adanya kebijkan pemerintah menetapkan PPKM  dari level  satu, dua, tiga dan empat bahkan sebaliknya diseluruh Indonesia telah membuat pertumbuhan ekonomi kurang bergairah. Hal ini sungguh sangat terasa di Kota Kupang. Dimana kondisi perekonomi boleh dibilang masih lesuh karena  semua sektor belum bisa maksimal digerakan untuk menunjang pemulihan ekonomi termasuk sektor pariwisata.

Pariwisata di Kota Kupang memang benar- benar mengalami stagnan karena dampak pandemik tersebut. Para pelaku usaha mikro tak dapat berbuat banyak sebab di tempat-tempat destinasi wisata kunjungannya berkurang.  Akan tetapi setelah  dengan  PPKM level dua Kota Kupang mulai terlihat ada fenomena semangat untuk bangkit kembali.

Demikian Josevina Monika Getha, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Kupang ketika memberi keterangan kepada media ini di kantor Dinas tersebut,  pada hari Selasa (19/10/21).

" Semoga dengan adanya PPKM level dua, pembatasan kunjungan selama ini kembali dibuka  sehingga banyak kunjungan ke lokasi wisata dapat membangkitkan lagi gairah ekonomi di Sektor Pariwisata Kota Kupang," ungkap kadis.

Di Kota Kupang terdapat dua destinasi unggulan yang bisa diandalkan untuk menggerakan roda perekonomian. Kedua destinasi itu ecowisata mangrovenya di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima dan  destinasi Batu Kepala di Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak yang viewnya sangat menarik saat sunset. Tapi akibat badai seroja pada bulan April 2021 kedua destinasi  unggulan ini rusak dan  perlu direnovasi kembali.

"Kita di Kota Kupang ada destinasi wisata unggulan yang rusak karena badai seroja bulan April 2021. Di Kelurahan Oesapa,  ecowisata mangrove dan di Kelurahan Nunhila destinasi Batu Kepala yang viewnya saat sunset sangat bagus terlihat. Kami rencana akan merenovasi kedua tempat tersebut," tambahnya.

Rencana renovasi terhadap dua lokasi wisata ini, menurut Kadis Pariwisata, Josevina pada tahun 2022 akan datang dijadikan sebagai salah satu program kerjanya.

" Kami akan merenovasi kedua tempat ini pada tahun 2022 sebagai program kami, karena dua tempat ini adalah destinasi wisata yang punya prospek patut diandalkan untuk Kota Kupang,"ujar kadis penuh optimis.

Walaupun rencana   perbaikan kembali dua destinasi tersebut, namun ada hal prinsip yang perlu menjadi dasar untuk pembangunan tersebut dan pengelolaannya kedepan. Sehingga sangatlah perlu adanya payung hukum atau perturan yang dapat membuat program dari pariwisata ini dilaksanakan. Jadi persoalannya pada belum adanya perda tentang program tersebut.

"Pengelolaan dua destinasi ini memang belum ada perda karena itu kami akan usahakan secepatnya bagaimana adanya perda sehingga ada dasar kami bisa jalankan program ini," harap Josevina.

Upaya untuk adanya perda menuru Kadis telah disampaikan kepada forum rapat dewan kota, tepatnya komisi dua DPRD Kota Kupang. Tetapi semuanya ini juga tergantung dari Anggaran karena situasi pandemi ini belum juga bisa dipastikan sudah pada tahap normal. 

"Semuanya bisa berjalan tentu harus didukung dengan anggaran. Bila saja sudah normal tentu giat program dapat terlaksana. Tapi belum maka jelas anggaran masih diperuntukan untuk kesehatan. Ini akan jadi putusan pemerintah dan dewan, seperti kebijakan recofusing," jelas beliau.

Di tahun 2021 ini, menurut Kadis Josevina Getha, salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mendukung pemulihan ekonomi di masa pandemik oleh dinas ini yaitu membangun kerjasama dengan sektor terkait berupa bantuan kesehatan, dan suntikan dana kepada kelompok UMKM seperti salon kecantikan melalui Dana DID.*(mt)

Iklan

Iklan