Tangani Stunting, Pemerintah Gandeng Tokoh Umat dan Tokoh Adat

 

MT.net- Gubernur NTT, Viktor B. Laikodat (VBL)  berencana akan menangani stunting di NTT dengan membangun hubungan kerjasama dengan tokoh umat dan tokoh adat. Karena tokoh umat atau tokoh agama dan tokoh adat lebih dekat dan paham dengan situasi yang dihadapi umat atau warga setempat. Semangat untuk kerjasama tersebut disampaikan Gubernur sewaktu menerima kunjungan Romo Co-Stasi Santo Leonardus Manusak, Paroki Santa Maria Fatima Taklale Keuskupang Agung Kupang, RD. Albano C. Carvalho, Pr  pada hari Selasa (18/5/2021) bertempat di ruang kerjanya.

“Pemerintah akan menggandeng tokoh-tokoh umat dan tokoh-tokoh adat untuk pendataan stunting agar penanganannya lebih tepat sasaran. Sebagai contoh, Pastor Paroki lebih paham kondisi umat yang dilayaninya, Pemerintah mendapatkan datanya dan melakukan langkah terapi yang tepat untuk menanganinya, begitupun dengan perhitungan anggaran yang dibutuhkan agar lebih akurat”, kata Gubernur VBL sebagimana dari rilis Biro Adminitrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Dalam suasana penuh keakraban, Gubernur VBL juga menanyakan kondisi umat setempat, terhadap masalah stunting dan kondisi umat pasca Badai Siklon Tropis. Terutama umat yang mengalami kerusakan bangunan rumah tinggal, lahan usaha dan lainnya sewaktu Badai Seroja awal April 2021.

 “Pencegahan Stunting harus mendapat perhatian serius kita semua termasuk gereja, dan stunting harus bisa diatasi sacara menyeluruh pada semua tingkatan, baik pemerintah maupun antar kelembagaan termasuk lembaga agama. Untuk itu, saya minta romo untuk bisa menyampaikan data terkini tentang stunting yang ada pada kelompok umat basis, agar bisa mendapatkan penanganan serius dan menyeluruh oleh pemerintah,”ungkap VBL dihadapan romo bersama rombongan.

Kunjungan RD. Albano C. Carvalho, Pr, Pastor Co-Stasi Santo Leonardus Manusak, Paroki Santa Maria Fatima Taklale Keuskupan Agung Kupang, bersama rombongan yang didampingi, Suster Selfina Taek, RVM, Tokoh Umat Stasi setempat, antara lain Ricardus Watu, Adrianus Manek dan Hermalina Sufa, bertujuan menyampaikan undangan kepada Gubernur untuk menghadiri acara peresmian dan pemberkatan gedung Gereja, Co-Stasi Santo Leonardus Manusak di Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, pada tanggal 25 Juni 2021. 

Ricardus Watu salah satu pengurus stasi yang mendampingi RD. Albano untuk menyampaikan undangan memulai dngan mengungkapkan isi hati umat, melalui penyerahan Tempat Sirih-Pinang. Tempat Sirih-Pinang  simbol isi hati umat yang berterimakaih kepada Gubernu dan sangat merindukan kehadiran Gubernur pada acara peresmian gereja nanti.  

“Kami umat stasi sangat berterimakasih juga, atas segala bantuan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang ikut mendukung pembangunan gedung gereja selama 1 tahun 6 bulan,  dan telah selesai pembangunannya pada bulan Maret 2020 tahun lalu.  Namun karena pandemic Covid-19, maka  acara peresmian baru bisa dilaksanakan pada 25 Juni 2021 mendatang”, kata pria berdarah Sikka itu.

Ricardus yang telah bermukim di Tanah Timor selama 35 tahun, menyampaikan jumlah umat di stasi itu ada 2.765 jiwa dan 583 KK. Selain itu ia menuturkan, bahwa seluruh umat mendukung penuh semua program pembangunan yang tengah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Guberur VBL ketika menerima undangan meresponnya dengan baik  oleh dan bersedia hadir.  Jika tidak ada halangan beliau hendak bersama YM. Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr pada acara tersebut.

Gubernur pada kunjungan ini juga merespon akan apa yang disampaikan oleh wakil umat Ricardus Watu dengan mengingatkan, agar acara yang peresmian gereja nanti, harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan sehingga dapat meminimalisir penyebaran Corona Virus.  *(mt)

Iklan

Iklan