ETIKA Koordinir INTI, HAKKA, Lions Club dan BPR Christa Jaya Salurkan Bantu APD Garda Terdepan


KUPANG,MT.NET- KALI ini tepatnya, Jumat (22/05) Etnis Tionghoa Kupang,  ETIKA  hadir mengkoordinir empat kelompok perhimpunan sesama etnis Tionghoa dalam aksi sosial melawan covid-19. Aksi sosial atau kemanusian sebagaimana bulan-bulan sebelumnya yaitu proteksi terhadap dokter dan tenaga medis lainnya atau dalam masa covid-19 disebut dengan garda terdepan. Keempat kelompok yang bergabung itu adalah INTI (Perhimpunan Indinesia Tionghoa) Jakarta, HAKKA Jakarta, LIONS CLUB Jakarta dan BPR Christa Jaya Kota Kupang. 

Aksi sosial, kemanusiaan itu berupa penyaluran APD, hamzet, masker bedah, masker N95 dan sarung sepatu. APD itu diserahkan kepada para pimpinan rumah sakit seperti RSUD Prof. W.Z. Yohannes, RS. Wirasakti, RS. Angkatan Laut, RS. Bhayangkara dan KKP Bandara Eltari serta Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT. 

Pada kegiatan penyaluran bantuan  APD hari ini, Theodorus Widodo wakil ketua ETIKA Kupang berharap seperti sebelumnya agar aksi ini dapat diikuti kelompok masyarakat yang lain. Theo menegaskan dalam pernyataanya harapan tersebut, "karena tim medis adalah pasukan tempur kita, pahlawan kemanusiaan, kalau mereka kalah perang maka kita semua juga akan kesulitan." 

Dokter Henrick Jodjana, Ketua Umum ETIKA dalam kesempatan ini menambahkan, ETIKA akan terus menerus hadir paling tidak sekarang ini meningkatkan semangat petugas kesehatan. 
Sambil meliha situasi terkini yang terjadi di Jakarta, dr. Henrick mengatakan, " karena melihat Jakarta pasien begitu banyak, membludak sampai petugas kesehatan kewalahan dan menyatakan terserah. Jadi kita akan selalu ada, terus menerus memberi semangat dan spirit bagi mereka dalam menangani kasus covid-19."  

Ketua ETIKA  juga melihat soal hastag #Indonesiaterserah yang lagi viral ketika ditanya awak media sebelum menanggapi peryataanya tersebut, beliau memulai dengan menggambarkan, bahwa situasi kita sekarang adalah situasi new normal jadi kalau masyarakat mau hidup normal seperti sebelumnya tidak mungkin. Artinya kita dalam situasi new normal harus mengikuti apa yang disampaikan pemerintah. Kalau mau keluar pakai masker, jaga jarak, jaga berkumpul dan paling penting cuci tangan. Sehingga kalau tidak punya kepentingan di luar tolong di rumah saja. 

Mengenai hastag menurut dr. Henrick, itu hanya ungkapan dibibir saja, namun dalam hati mereka, para dokter itu lagi menangis terhadap keadaan yang ada. Mereka tak akan tega meninggalkan situasi itu. Mereka hanya mau mengajak orang Indonesia untuk melihat apa yang dihadapi orang kesehatan sekarang. "Terserah" itu hanya dibibir saja tapi hatinya sedang menangis, tolong orang luar lihat apa kata hati mereka.Kalau sampai bicara begitu berarti betul-betul akan ada sesuatu yang terjadi, maka untuk di NTT kami dari ETIKA berusaha selalu terus menerus memberikan semangat kepada para dokter dan tenaga medis lainnya. 

Penyampaian pengurus Etnis Tionghoa Kupang ini di saat setelah penyerahan APD pada rumah sakit Angkatan Laut  Samuel Moeda yang ada di Kota Kupang melalui dr. Muhammad Ibrahim kepala bagian pengelolaan klinik.
dr. Ibrahim dalam memberikan keterangan mengungkapkan rasa terimakasih karena ada perhatian masyarakat Kota Kupang, ETIKA dan kelompok link kerjanya.

"Terima kasih APD ini sangat berarti bagi kami untuk melindungi tenaga medis di rumah sakit. Rumah Sakit Angkatan Laut siap untuk menerima pasien kasus covid-19, walaupun bukan rumah sakit rujukan. Kami mempersiapkan diri, kalau rumah sakit rujukan dan second line tidak mampu menampung ketika pasien membludak. Ini sudah ada intruksi dari Kadis  Kesehatan NTT, semua rumah  sakit  harus siap-siap menampung pasien, dan APD sekarang diserahkan sangat berarti membantu kami untuk kedepan," ucapnya.

Sekarang di Rumah Sakit AL Samuel Moeda juga ada peningkatan level pengawasannya terhadap setiap pasien atau orang yang datang dengan penerapan standar protap kesehatan. Hal ini dilakukan demikian ketat apalagi adanya kasus transmisi lokal yang terjadi di Kota Kupang. Demikian dokter Bambang dikesempatan menerima aksi ETIKA dan keempat kelompok donasi yang ada.

Hadir dalam kegiataan selain, dr. Henrick Jodjana, Theowidodo juga wakil dari INTI David Kenenbudi, HAKKA Fredy Lay, LIONS CLUB Edy Lau, BPR CHRISTA JAYA Krist Liyanto serta para ibu anggota ETIKA.***(Mm)


Iklan

Iklan