Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Daerah

PMI Sikka Salurkan Tandon Air untuk Warga Hepang, Pipanisasi Permanen Diusulkan Jadi Prioritas

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:


SIKKA, MUTIARA TIMUR — Krisis air bersih yang melanda warga Dusun Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mulai mendapat respons. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka bersama PMI Pusat turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen awal guna mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong penanganan yang lebih berkelanjutan.

Sebagai respons awal, satu unit tandon air berkapasitas 1.100 liter disalurkan kepada warga. Bantuan tersebut merupakan bagian dari total lima unit tandon bantuan PMI Kabupaten Labuhanbatu Utara melalui PMI Kabupaten Sikka.

Bantuan ini hadir di tengah kesulitan warga memperoleh air bersih akibat menurunnya debit sejumlah mata air yang selama ini menjadi andalan masyarakat. Kondisi tersebut disebut semakin terasa setelah gempa bumi mengguncang wilayah itu.

Pantauan di Dusun Hepang menunjukkan bahwa persoalan air bersih bukan hanya menyangkut berkurangnya debit mata air, tetapi juga keterbatasan sarana penampungan dan distribusi air. Sejumlah bak penampung dibangun secara swadaya dengan kondisi sederhana. Sebagian ditutup menggunakan seng bekas berkarat yang ditindih batu kali, sementara bak lainnya hanya ditutup dengan pelepah daun kelapa kering dan kayu.

Air di dalam bak tampak keruh kecokelatan, bercampur lumpur dan dedaunan kering. Sementara itu, aliran melalui pipa paralon berukuran kecil tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan warga seperti tahun-tahun sebelumnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, sebagian masyarakat masih mengandalkan talang bambu untuk mengalirkan air ke permukiman. Kondisi ini menjadi beban tersendiri bagi kelompok rentan, terutama warga lanjut usia yang harus menempuh jarak jauh demi memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

Marsialis Mehan, warga berusia 70 tahun, menjadi salah satu gambaran nyata kesulitan tersebut. Ia masih harus memikul jeriken untuk mendapatkan air dari sumber yang jauh.

PMI Sikka dan PMI Pusat Lakukan Asesmen

Pengurus PMI Kabupaten Sikka sekaligus Koordinator Lapangan Tanggap Darurat Bencana (TDB) Gempa PMI Kabupaten Sikka, Octavianus Aryo Adityo, mengatakan bahwa pihaknya menerima keluhan masyarakat mengenai keterbatasan akses air bersih dan penggunaan talang bambu sebagai sarana penyaluran air.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, PMI Kabupaten Sikka bersama PMI Pusat melakukan asesmen awal untuk mengetahui kondisi faktual di lapangan, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta menghimpun data sebagai dasar koordinasi dan evaluasi penanganan selanjutnya.

“Saya selaku Pengurus PMI Kabupaten Sikka sekaligus Koordinator Lapangan TDB Gempa PMI Kabupaten Sikka, menyampaikan bahwa dalam kegiatan kemarin di Dusun Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, tim menerima keluhan masyarakat terkait keterbatasan akses air bersih dan penggunaan talang bambu untuk penyaluran air. Menindaklanjuti hal tersebut, PMI Kabupaten Sikka bersama PMI Pusat melakukan asesmen awal untuk melihat kondisi di lapangan serta mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terkait akses air bersih dan jaringan perpipaan. Hasil asesmen ini akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi lebih lanjut. Salam Kemanusiaan,” ungkap Octavianus Aryo Adityo.

Hasil asesmen tersebut menjadi dasar untuk merumuskan rekomendasi intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam mengatasi persoalan distribusi air bersih yang selama ini belum tertangani secara memadai.

PMI Pusat Dorong Pipanisasi Permanen Menjadi Prioritas

Perwakilan PMI Pusat, Heri, menegaskan bahwa pembangunan jaringan perpipaan permanen untuk menggantikan talang bambu di Dusun Hepang akan diusulkan sebagai salah satu prioritas penanganan sektor air, sanitasi, dan kebersihan atau Water, Sanitation, and Hygiene (WASH).

Menurut Heri, bantuan tandon air merupakan langkah awal untuk membantu warga. Namun, persoalan mendasar yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana air dapat disalurkan secara lebih layak, aman, dan berkelanjutan hingga ke permukiman.

Karena itu, kebutuhan pembangunan jaringan perpipaan permanen akan dibawa dalam proses koordinasi dan pembahasan bersama pimpinan PMI, dengan mengacu pada hasil asesmen serta tingkat kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Berdasarkan hasil pengecekan dan data yang kami peroleh di lapangan, kami melihat bahwa masyarakat Dusun Hepang membutuhkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan distribusi air bersih. Oleh karena itu, pembangunan jaringan perpipaan permanen untuk menggantikan talang bambu akan kami usulkan sebagai salah satu prioritas penanganan WASH. Kebutuhan ini akan kami perjuangkan dalam proses koordinasi dan pembahasan bersama pimpinan PMI agar dapat menjadi perhatian utama dalam penentuan intervensi bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Heri.

Ia menjelaskan bahwa hasil asesmen Dusun Hepang akan dikompilasi bersama hasil asesmen dari enam kabupaten lainnya di Nusa Tenggara Timur. Seluruh data tersebut akan menjadi bahan pembahasan untuk menentukan prioritas penanganan dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, kondisi masyarakat, dan ketersediaan sumber daya.

Heri berharap kebutuhan pipanisasi permanen di Dusun Hepang memperoleh prioritas dalam pembahasan sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada talang bambu yang selama ini menjadi sarana utama distribusi air.

“Kami berharap pembangunan jaringan perpipaan permanen ini dapat memperoleh prioritas dalam pembahasan, sehingga masyarakat Dusun Hepang tidak terus bergantung pada talang bambu yang selama ini digunakan untuk mengalirkan air. Harapan kami, hasil asesmen ini dapat menjadi dasar bagi lahirnya intervensi yang tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tambahnya.

Hasil asesmen dan rekomendasi tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada pimpinan PMI untuk dibahas dalam penetapan prioritas penanganan. Dengan demikian, pembangunan jaringan perpipaan permanen telah didorong sebagai salah satu prioritas usulan, sedangkan keputusan pelaksanaannya tetap mengikuti hasil pembahasan dan kewenangan pimpinan PMI.

Pemerintah Desa Berharap Bantuan Diperluas

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Nenbura, Ambrosius Edison, S.H., menyampaikan terima kasih kepada insan pers yang telah mengangkat persoalan kekurangan air bersih di wilayahnya sehingga kondisi masyarakat mendapat perhatian publik dan respons dari PMI.

Ia juga mengapresiasi bantuan satu unit tandon air bagi warga Dusun Hepang. Namun, menurut Ambrosius, kebutuhan air bersih di Desa Nenbura masih memerlukan perhatian lebih luas karena persoalan tersebut tidak hanya menyangkut satu titik permukiman.

Pemerintah desa berharap Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah pusat, serta pihak-pihak terkait dapat membantu penyediaan air bersih dan tandon tambahan bagi masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah desa, Desa Nenbura mencakup tiga dusun dan 11 rukun tetangga (RT), dengan jumlah 371 kepala keluarga dan 1.574 jiwa. Pemerintah desa juga mencatat 277 rumah tangga.

“Kami atas nama Pemerintahan Desa Nenbura bersama masyarakat Desa Nenbura mengucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman media yang telah memberikan informasi kepada publik tentang kondisi kekurangan air minum bersih di Desa Nenbura, khususnya di Dusun Hepang, sehingga ada respons baik dari PMI dan telah memberikan bantuan profil tank satu buah untuk masyarakat Dusun Hepang. Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada pihak PMI,” kata Ambrosius.

Ia melanjutkan, “Dengan kondisi ini, kami berharap kepada Pemkab Sikka melalui BPBD dan para pemerhati serta pihak-pihak terkait agar bisa memberikan bantuan air minum bersih dan profil tank untuk masyarakat Desa Nenbura.”

Ambrosius menegaskan bahwa krisis air bersih bukan sekadar persoalan ketersediaan sarana, melainkan juga menyangkut kesehatan, keselamatan, dan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, terutama bagi warga lanjut usia.

“Ini bukan sekadar soal air, ini soal kemanusiaan. Lihatlah lansia kami yang berusia 70 tahun harus memikul jeriken demi seteguk air. Lihatlah talang bambu yang menjadi urat nadi kami. Kami mohon, ketuk hati Pemerintah Kabupaten Sikka dan Pemerintah Pusat, hadirlah untuk 1.574 jiwa di Nenbura yang sedang kehausan di tengah berlimpahnya janji pembangunan,” ujarnya.

Warga Menanti Solusi Jangka Panjang

Bagi warga Dusun Hepang, bantuan satu unit tandon air menjadi tambahan sarana penampungan di tengah keterbatasan yang mereka hadapi. Namun, kebutuhan yang lebih mendasar adalah tersedianya sistem distribusi air yang mampu menyalurkan air secara layak hingga ke permukiman.

Penggunaan talang bambu selama ini memperlihatkan keterbatasan infrastruktur yang dihadapi masyarakat. Karena itu, pembangunan jaringan perpipaan permanen dan bak penampungan yang memadai diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar akses air bersih dapat berlangsung lebih aman dan berkelanjutan.

Kini, PMI Kabupaten Sikka bersama PMI Pusat telah melakukan asesmen dan mendorong pembangunan pipanisasi permanen sebagai salah satu prioritas usulan penanganan WASH. Pada saat yang sama, pemerintah desa berharap pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak terkait lainnya turut mengambil langkah konkret untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat Desa Nenbura.

Bagi warga Hepang, harapan mereka bukan semata-mata memperoleh tambahan tempat penampungan air, melainkan hadirnya sistem air bersih yang mampu menjawab kebutuhan sehari-hari dalam jangka panjang. Mereka menantikan agar hasil asesmen dan usulan prioritas tersebut dapat berlanjut menjadi penanganan nyata, sehingga kesulitan memperoleh air bersih tidak terus membebani masyarakat, terutama warga lanjut usia dan kelompok rentan.**ah



Baca Juga
Tag:
  • Daerah
Bagikan:
Berita Terkait
  • PMI Sikka Salurkan Tandon Air untuk Warga Hepang, Pipanisasi Permanen Diusulkan Jadi Prioritas
  • PMI Sikka Salurkan Tandon Air untuk Warga Hepang, Pipanisasi Permanen Diusulkan Jadi Prioritas
  • PMI Sikka Salurkan Tandon Air untuk Warga Hepang, Pipanisasi Permanen Diusulkan Jadi Prioritas
  • PMI Sikka Salurkan Tandon Air untuk Warga Hepang, Pipanisasi Permanen Diusulkan Jadi Prioritas
  • PMI Sikka Salurkan Tandon Air untuk Warga Hepang, Pipanisasi Permanen Diusulkan Jadi Prioritas
  • PMI Sikka Salurkan Tandon Air untuk Warga Hepang, Pipanisasi Permanen Diusulkan Jadi Prioritas
Berita Terbaru
  • PMI Sikka Salurkan Tandon Air untuk Warga Hepang, Pipanisasi Permanen Diusulkan Jadi Prioritas
  • PMI Sikka Salurkan Tandon Air untuk Warga Hepang, Pipanisasi Permanen Diusulkan Jadi Prioritas
  • PMI Sikka Salurkan Tandon Air untuk Warga Hepang, Pipanisasi Permanen Diusulkan Jadi Prioritas
  • PMI Sikka Salurkan Tandon Air untuk Warga Hepang, Pipanisasi Permanen Diusulkan Jadi Prioritas
  • PMI Sikka Salurkan Tandon Air untuk Warga Hepang, Pipanisasi Permanen Diusulkan Jadi Prioritas
  • PMI Sikka Salurkan Tandon Air untuk Warga Hepang, Pipanisasi Permanen Diusulkan Jadi Prioritas
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal







Terpopuler
  • Kripianus Tak Lagi Melihat Wajah Istri dan Anaknya, Harapan Operasi Terhenti di Gubuk Tua

  • Christian Widodo: Persatuan Tak Harus Sama, Beda Suara Justru Melahirkan Harmoni

  • Gubernur Melki Laka Lena Usulkan Pelabuhan Perikanan Nusantara, Perbanyak Embung dan Atur Pajak Wisata Kapal Pinisi di NTT

  • PMI Sikka Salurkan Tandon Air untuk Warga Hepang, Pipanisasi Permanen Diusulkan Jadi Prioritas

  • Komnas Perempuan Soroti Tuntutan 5 Bulan dalam Kasus Lansia Flores Timur: “Kerentanan Jangan Menjauhkan Korban dari Keadilan”

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.