KUPANG, MUTIARA-TIMUR.COM – Kantor Pertanahan Kota Kupang terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Salah satunya melalui kehadiran Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Pertanahan Kota Kupang, Jonverson Broito Tamba, S.ST., sebagai narasumber dalam seminar yang digelar Majelis Klasis Harian Klasis Kota Kupang Barat.
Seminar yang berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026, tersebut digelar di Jemaat Bukit Zaitun Sikumana dengan mengangkat tema “Lakukan Keadilan, Cintai Kesetiaan dan Hidup dengan Rendah Hati di Hadapan Allah.”
Jonverson mengatakan, keterlibatan Kantor Pertanahan Kota Kupang dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi yang lebih baik antara pemerintah dengan masyarakat.
“Kami melihat kegiatan seperti ini sebagai ruang yang baik untuk membangun komunikasi, berbagi pengetahuan dan memperkuat sinergi antara pemerintah dengan masyarakat. Kantor Pertanahan Kota Kupang tentu terbuka untuk terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak,” ujar Jonverson.
Menurutnya, pelayanan publik tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya komunikasi yang baik dengan masyarakat. Karena itu, keterlibatan pemerintah dalam berbagai kegiatan masyarakat menjadi bagian penting untuk menciptakan pemahaman bersama.
“Pelayanan publik bukan hanya soal bagaimana pemerintah menjalankan tugas dan fungsinya, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan informasi dan memiliki ruang untuk berkomunikasi. Karena itu, dialog seperti ini penting untuk membangun pemahaman bersama,” katanya.
Ia menambahkan, Kantor Pertanahan Kota Kupang terus berkomitmen untuk membangun kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk lembaga keagamaan.
“Kami terus berupaya membangun kolaborasi dengan semua pihak. Lembaga keagamaan juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, komunikasi dan kerja sama seperti ini perlu terus kita jaga dan kembangkan,” ungkapnya.
Seminar tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, bertukar pemahaman serta membangun hubungan yang lebih dekat antara pemerintah dan masyarakat.
Jonverson berharap komunikasi yang terbangun melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan dapat memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan pelayanan pemerintah, termasuk pelayanan di bidang pertanahan.
“Harapan kami, melalui komunikasi yang baik ini masyarakat semakin memahami tugas dan pelayanan yang dilakukan Kantor Pertanahan. Sebaliknya, kami juga dapat mendengar langsung berbagai hal yang menjadi perhatian dan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Kantor Pertanahan Kota Kupang menilai sinergi dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan pertanahan.
Kehadiran dalam berbagai kegiatan masyarakat juga menjadi bentuk komitmen untuk menghadirkan pemerintah tidak hanya dalam ruang administratif, tetapi juga di tengah kehidupan masyarakat.
Seminar di Jemaat Bukit Zaitun Sikumana akhirnya menjadi salah satu momentum untuk memperkuat hubungan tersebut. Bukan sekadar forum berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun komunikasi, kepercayaan dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. **dsk

