Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Budaya
  • Daerah

Jangan Jadi Penonton! Pesan Wali Kota Kupang untuk Anak Muda Lasiana di Festival Budaya

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:



KUPANG, MUTIARA-TIMUR.COM
– Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada generasi muda Kelurahan Lasiana agar tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi berani mengambil peran sebagai pelaku perubahan.

Pesan tersebut disampaikan melalui Asisten I Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak, yang mewakili Wali Kota Kupang dalam Festival Budaya Kelurahan Lasiana, Rabu (7/10/2026).

Hengky Malelak mengawali sambutan dengan menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Kupang yang tidak dapat hadir secara langsung karena sedang mempersiapkan tugas ke luar daerah.

“Saya menyampaikan permohonan maaf dan salam dari Bapak Wali yang saat ini tidak bisa hadir karena mempersiapkan tugas ke luar daerah. Saya ditugaskan mewakili beliau menyampaikan sambutan Wali Kota Kupang pada event budaya Kelurahan Lasiana,” ujar Hengky saat membacakan sambutan tersebut.

Festival Budaya Kelurahan Lasiana dihadiri para tokoh masyarakat, Ketua RW dan Ketua RT, pelaku seni dan budaya, pelaku UMKM, insan pers, serta masyarakat setempat.

Bagi Hengky Malelak, kehadiran di Kelurahan Lasiana juga memiliki makna tersendiri. Ia mengaku Lasiana bukan tempat yang asing baginya karena pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan tugasnya sebagai aparatur pemerintah.

Ia menceritakan, setelah menyelesaikan pendidikan di STPDN pada 2005, dirinya mendapat penugasan pertama di Kelurahan Lasiana sebagai sekretaris lurah.

Selama hampir dua tahun bertugas di Lasiana, ia mengaku banyak belajar dan bertumbuh dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Kelurahan inilah tempat saya bertumbuh. Saya dibentuk dalam melaksanakan tugas-tugas,” ungkapnya.

Karena itu, kembali hadir di Lasiana dalam momentum Festival Budaya menjadi pengalaman yang berkesan baginya.

Dalam sambutan Wali Kota Kupang yang dibacakan Hengky Malelak, ditegaskan bahwa ketika berbicara tentang Lasiana, masyarakat tidak hanya berbicara tentang pantai dan keindahan sunset.

Lasiana memiliki kekayaan budaya, tradisi, masyarakat, laut, kreativitas dan potensi ekonomi yang menjadi bagian penting dari identitas wilayah tersebut.

“Ketika kita menyebut Lasiana, kita tidak hanya berbicara tentang pantai yang indah atau sunset yang indah. Tetapi kita juga berbicara tentang budaya, masyarakat, laut, tradisi, kreativitas, dan potensi ekonomi yang semuanya menjadi bagian penting dari identitas Kelurahan Lasiana,” demikian pesan Wali Kota.

Karena itu, Festival Budaya Lasiana dinilai bukan sekadar acara untuk mempertontonkan kesenian. Festival ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menunjukkan bahwa Lasiana memiliki kekayaan yang harus dijaga, dikembangkan dan diwariskan.

“Festival budaya ini bukan sekadar acara untuk mempertontonkan kesenian. Tetapi ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa Lasiana memiliki sesuatu yang berharga untuk dijaga, dikembangkan, dan diwariskan,” pesannya.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa budaya merupakan bagian dari jati diri masyarakat.

“Budaya adalah jiwa dari sebuah masyarakat. Kalau kita kehilangan budaya, kita bukan hanya kehilangan tarian atau lagu atau adat istiadat, tetapi kita kehilangan sebagian dari jati diri kita,” tegasnya.

Namun, budaya tidak boleh hanya disimpan sebagai warisan masa lalu.

Budaya yang hidup, menurut Wali Kota, adalah budaya yang terus diperhatikan, dikembangkan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan Wali Kota kemudian diarahkan pada pentingnya menghubungkan budaya dengan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Keindahan Pantai Lasiana harus tetap dijaga, tetapi keindahan tersebut juga harus mampu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Peluang tersebut dapat dirasakan pelaku UMKM kuliner, perajin, seniman, nelayan maupun anak-anak muda.

“Jangan hanya ingin orang datang ke Lasiana. Kita ingin ketika orang datang, masyarakat Lasiana ikut merasakan manfaat,” kata Wali Kota dalam sambutannya.

Dengan demikian, kedatangan wisatawan bukan hanya memberikan pengalaman bagi pengunjung, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi di tengah masyarakat.

Festival budaya pun dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan produk UMKM, karya seni, kuliner lokal serta kreativitas masyarakat Lasiana.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang juga menyampaikan perkembangan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang salah satunya berada di Kelurahan Lasiana.

Pemerintah Kota Kupang telah menyerahkan lahan untuk memfasilitasi PPK Satker Sekretariat Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan, guna mendukung pembangunan enam Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Kupang.

Pemerintah berharap masyarakat Lasiana dapat memberikan dukungan terhadap pembangunan tersebut.

“Harapan pemerintah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini nantinya bukan hanya menghadirkan fasilitas, tetapi benar-benar membuka ruang bagi peningkatan usaha, produktivitas dan kesejahteraan keluarga nelayan,” ujar Hengky saat membacakan pesan Wali Kota.

Berbagai fasilitas yang diharapkan hadir antara lain dermaga, tempat pelelangan ikan, fasilitas rantai dingin, rumah nelayan serta fasilitas sosial lainnya.

Dengan fasilitas tersebut, potensi pesisir Lasiana diharapkan dapat dikelola secara lebih baik sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Wali Kota juga mengingatkan masyarakat bahwa laut tidak hanya menjadi tempat mencari ikan, tetapi merupakan sumber kehidupan.

“Laut kita bukan hanya tempat kita mencari ikan, tetapi laut adalah sumber kehidupan,” pesannya.

Karena itu, laut harus dijaga sekaligus dimanfaatkan secara bijaksana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengelolaan potensi pesisir harus berjalan seimbang dengan upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.


Apalagi, masyarakat Lasiana juga memiliki berbagai gagasan untuk mengembangkan kawasan Pantai Kelapa dengan konsep ekowisata dan ekonomi kreatif, termasuk rencana pengembangan kafe apung.

Konsep tersebut dinilai dapat menjadi peluang positif bagi Kelurahan Lasiana jika dikelola secara baik dan melibatkan masyarakat.

Pada bagian akhir sambutannya, Wali Kota Kupang secara khusus menitipkan pesan kepada generasi muda Lasiana.

Anak-anak muda diminta tidak hanya menyaksikan berbagai perubahan dan pembangunan yang berlangsung di wilayah mereka.

“Izinkan saya menitipkan sebuah pesan. Jangan hanya menjadi penonton, jadilah pelaku,” tegas Wali Kota.

Pesan tersebut menjadi ajakan bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam menjaga budaya, mengembangkan pariwisata, menggerakkan UMKM, menciptakan ekonomi kreatif serta melahirkan gagasan-gagasan baru bagi pembangunan Lasiana.

Generasi muda, kata Wali Kota, harus menjadi bagian dari masa depan Lasiana.

Dengan kreativitas dan keberanian mengambil peran, kekayaan budaya tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi dapat menjadi kekuatan baru untuk membangun ekonomi masyarakat dan membuka peluang bagi generasi berikutnya.

Festival Budaya Kelurahan Lasiana akhirnya tidak hanya menjadi panggung untuk menampilkan seni dan budaya. Lebih dari itu, festival tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, merawat identitas, mengembangkan potensi wisata dan mendorong masyarakat agar ikut mengambil manfaat dari pembangunan.

Dari budaya hingga laut, dari sunset hingga UMKM, Lasiana memiliki kekuatan yang dapat dikembangkan bersama.

Dan pesan Wali Kota Kupang melalui Hengky Malelak menjadi penegasan: anak muda Lasiana jangan hanya menjadi penonton. Jadilah pelaku yang ikut menentukan masa depan kampung sendiri. **usgo



Baca Juga
Tag:
  • Budaya
  • Daerah
Bagikan:
Berita Terkait
  • Jangan Jadi Penonton! Pesan Wali Kota Kupang untuk Anak Muda Lasiana di Festival Budaya
  • Jangan Jadi Penonton! Pesan Wali Kota Kupang untuk Anak Muda Lasiana di Festival Budaya
  • Jangan Jadi Penonton! Pesan Wali Kota Kupang untuk Anak Muda Lasiana di Festival Budaya
  • Jangan Jadi Penonton! Pesan Wali Kota Kupang untuk Anak Muda Lasiana di Festival Budaya
  • Jangan Jadi Penonton! Pesan Wali Kota Kupang untuk Anak Muda Lasiana di Festival Budaya
  • Jangan Jadi Penonton! Pesan Wali Kota Kupang untuk Anak Muda Lasiana di Festival Budaya
Berita Terbaru
  • Jangan Jadi Penonton! Pesan Wali Kota Kupang untuk Anak Muda Lasiana di Festival Budaya
  • Jangan Jadi Penonton! Pesan Wali Kota Kupang untuk Anak Muda Lasiana di Festival Budaya
  • Jangan Jadi Penonton! Pesan Wali Kota Kupang untuk Anak Muda Lasiana di Festival Budaya
  • Jangan Jadi Penonton! Pesan Wali Kota Kupang untuk Anak Muda Lasiana di Festival Budaya
  • Jangan Jadi Penonton! Pesan Wali Kota Kupang untuk Anak Muda Lasiana di Festival Budaya
  • Jangan Jadi Penonton! Pesan Wali Kota Kupang untuk Anak Muda Lasiana di Festival Budaya
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal







Terpopuler
  • Kripianus Tak Lagi Melihat Wajah Istri dan Anaknya, Harapan Operasi Terhenti di Gubuk Tua

  • 22 Anak NTT Terbang ke China, Beasiswa INTI NTT Angkatan Ketiga Naik Hampir 100 Persen

  • Lima Bulan untuk Kekerasan terhadap Lansia, Akademisi STIPAR Ingatkan Hakim: Keadilan Harus Berpijak pada Fakta

  • Pecah, Kemarau Panjang : Bantuan untuk Dobo Harus Dipikul Menanjak

  • Christian Widodo: Persatuan Tak Harus Sama, Beda Suara Justru Melahirkan Harmoni

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.