KUPANG, MUTIARA TIMUR – Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa, didampingi para kepala bidang (Kabid), menyampaikan progres kinerja selama satu tahun masa kepemimpinannya kepada Pemerintah Kota Kupang, Senin (26/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi jajaran manajemen Perumda Air Minum Kota Kupang untuk memaparkan perkembangan kinerja perusahaan sekaligus meminta arahan pemerintah daerah terkait upaya peningkatan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Kupang.
Dalam kesempatan ini di depan Wakil Wali Kota Serena C. Francis, Isidorus menjelaskan bahwa selain menyampaikan capaian kinerja selama setahun, pihaknya juga membahas berbagai kebutuhan strategis perusahaan yang memerlukan dukungan pemerintah, terutama untuk mengoptimalkan pelayanan air minum kepada pelanggan.
“Jadi, kami bertemu dengan Pemerintah Kota Kupang untuk menyampaikan progres kinerja Perumda Air Minum selama setahun sejak saya menjabat sebagai direktur. Kami juga meminta arahan dari pemerintah kota berkaitan dengan pelayanan air minum di Kota Kupang,” ungkap Isidorus kepada media, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah dukungan pemerintah untuk mengoptimalkan program Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan direktorat yang menangani sektor air minum.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjawab berbagai kebutuhan infrastruktur dan pengembangan sistem penyediaan air minum di Kota Kupang.
Karena itu, dalam pertemuan tersebut, pihaknya juga meminta dukungan Wakil Wali Kota Kupang untuk membantu mengomunikasikan kebutuhan Perumda melalui jalur pemerintah pusat, termasuk melalui DPR RI.
“Kami tadi juga meminta dukungan dari Wakil Wali Kota untuk bisa berkomunikasi melalui jalur DPR RI. Mudah-mudahan, upaya ini bisa membantu menjawab kebutuhan kita berkaitan dengan pengembangan pelayanan air minum,” jelasnya.
Isidorus mengatakan, kebutuhan tersebut telah disampaikan melalui proposal yang diajukan kepada pemerintah. Ia berharap, usulan yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti sehingga Perumda Air Minum Kota Kupang memperoleh dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kepada masyarakat.
Debit Air Menurun, Pelayanan Pelanggan Disesuaikan
Selain membahas progres kinerja dan kebutuhan pengembangan perusahaan, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan kondisi terkini sumber air baku yang digunakan Perumda Air Minum Kota Kupang.
Isidorus mengungkapkan bahwa memasuki puncak musim kemarau, sejumlah sumber air mengalami penurunan debit. Bahkan, terdapat sumber air yang untuk sementara tidak dapat dioperasikan karena debitnya sudah tidak memungkinkan untuk dimanfaatkan bagi pelayanan.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan perusahaan dalam mendistribusikan air kepada pelanggan.
Menurutnya, penurunan debit air mengharuskan manajemen melakukan penyesuaian pola distribusi agar ketersediaan air yang masih ada dapat dikelola sesuai kondisi sumber air.
“Puji syukur, tetapi dalam kondisi puncak musim panas ini memang ada beberapa sumber air kita yang mengalami penurunan debit. Bahkan, ada yang untuk sementara tidak kita operasikan karena debitnya sudah tidak bisa kita gunakan lagi,” jelas Isidorus.
Ia menambahkan, situasi tersebut berpengaruh terhadap pelayanan kepada pelanggan. Oleh sebab itu, Perumda terpaksa melakukan rekayasa pengaturan distribusi air dengan menyesuaikan jadwal pengaliran di wilayah pelayanan yang terdampak.
Jika sebelumnya pelanggan memperoleh distribusi air tiga kali dalam seminggu, dalam kondisi tertentu jadwal tersebut dapat disesuaikan menjadi satu kali dalam seminggu, bergantung pada ketersediaan debit air.
“Ini berakibat pada pelayanan kita kepada pelanggan. Akhirnya, kita harus mengatur rekayasa pengaliran. Misalnya, dari sebelumnya tiga kali seminggu, kita atur lagi menjadi satu kali seminggu karena menyesuaikan dengan kondisi debit air kita,” katanya.
Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai respons terhadap keterbatasan sumber air selama musim kemarau. Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan bagi Perumda Air Minum Kota Kupang untuk menjaga keberlangsungan pelayanan di tengah berkurangnya ketersediaan air baku.
Pemerintah Kota Dukung Optimalisasi Pelayanan
Di tengah tantangan tersebut, Isidorus menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap upaya Perumda dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengatakan, pemerintah kota memberikan dukungan terhadap langkah-langkah yang ditempuh perusahaan, termasuk upaya mencari solusi atas kebutuhan pengembangan sistem penyediaan air minum.
Menurutnya, sinergi antara Perumda dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar berbagai persoalan pelayanan dapat ditangani secara bertahap, baik melalui pengelolaan sumber air yang tersedia maupun melalui dukungan pengembangan infrastruktur dari pemerintah pusat.
Isidorus berharap, komunikasi dan koordinasi yang telah dibangun dapat membuka peluang dukungan yang lebih besar bagi peningkatan pelayanan air minum di Kota Kupang.
“Kami berterima kasih karena Wali Kota sangat mendukung upaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pemerintah kota juga akan melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendukung optimalisasi pelayanan, terutama melalui proposal yang sudah kami sampaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, upaya peningkatan pelayanan air minum membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Perumda tidak hanya dituntut mengoptimalkan pengelolaan sumber air yang ada, tetapi juga memerlukan dukungan kebijakan dan pembangunan infrastruktur agar kapasitas pelayanan dapat terus ditingkatkan.
Dengan adanya koordinasi bersama Pemerintah Kota Kupang, manajemen Perumda Air Minum berharap kebutuhan strategis perusahaan dapat memperoleh perhatian dan tindak lanjut, sehingga pelayanan air minum kepada masyarakat tetap diupayakan secara optimal, meskipun saat ini dihadapkan pada tantangan penurunan debit sumber air selama musim kemarau. **(usgo)
