SIKKA, MUTIARA TIMUR — Rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa menjadi salah satu perhatian Joko Widodo saat mengunjungi Desa Rokirole, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu malam, 16 September 2026.
Presiden ke-7 Republik Indonesia itu mendatangi langsung Kampung Cawalo untuk melihat kondisi rumah warga yang terdampak. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kemanusiaan Jokowi di Palue, wilayah yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah gempa Flores pada 15 Agustus 2026.
Jokowi tidak hanya melihat kerusakan dari luar. Ia mendatangi rumah warga yang mengalami kerusakan berat dan berbincang dengan masyarakat yang masih merasakan dampak bencana.
Setelah melihat kondisi rumah, Jokowi menyerahkan bingkisan kepada warga yang dikunjunginya.
Dalam kunjungan tersebut, Jokowi juga melihat kondisi Kantor Desa Rokirole yang mengalami kerusakan akibat gempa. Ia didampingi Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.
Kehadiran Jokowi di Palue sebelumnya telah dinanti warga. Koordinator Posko Utama Rokirole, Nikodemus W. Lowo, mengatakan masyarakat sempat mengira kunjungan itu batal setelah rencana kedatangan sebelumnya tertunda.
“Kami tidak berkata apa-apa karena saking senangnya. Kami sangat bahagia karena kehadiran Bapak Jokowi di tempat kami, di tanah kelahiran ini,” kata Nikodemus.
Ketika Jokowi akhirnya tiba, kata Nikodemus, warga tidak menyiapkan tuntutan khusus. Mereka lebih berharap mantan presiden itu melihat sendiri keadaan masyarakat yang masih berada di pengungsian.
“Kami berpikir dia ini mantan eksekutif negara, terus dia ini orang yang cukup dihargai di mata negara, sehingga kami berpikir pasti dia punya ada sesuatu yang dia bisa berikan untuk kami,” ujarnya.
Nikodemus mengatakan berbagai persoalan Palue selama ini telah banyak diberitakan. Karena itu, warga meyakini Jokowi dapat memahami kondisi mereka dengan melihat langsung kehidupan di lapangan.
“Kami sudah yakin bahwa ketika dia datang lalu tidur itu saja, tanpa kami memberitahu pasti dia sudah tahu,” katanya.
Bagi warga, kedatangan Jokowi sudah menjadi sesuatu yang patut disyukuri.
“Kami tidak terlalu berharap banyak. Hanya ketika dia sudah injakkan kaki di sini kami sangat bersyukur,” ujar Nikodemus.
Namun, di balik sambutan hangat itu, warga menitipkan pesan agar Palue tidak dilupakan setelah kunjungan berakhir.
“Ketika dia pulang pun satu harapan kami, jangan pernah lupa orang Cawalo, jangan pernah lupa orang Palue,” tegasnya.
Nikodemus berharap apa yang dilihat Jokowi selama berada di Palue dapat menjadi bagian dari perhatian terhadap proses pemulihan masyarakat.
“Kami tidak bisa meminta banyak, kami hanya bahagia, hanya kami yakin dan percaya bahwa dia pasti tahu. Dia pasti tahu apa yang menjadi kebutuhan, kekurangan kami,” pungkasnya.
Kunjungan itu akhirnya bukan sekadar melihat rumah yang retak atau bangunan yang rusak. Di Kampung Cawalo, kerusakan bangunan menjadi gambaran tentang pekerjaan panjang yang masih menunggu: bagaimana warga Palue kembali ke rumah dan menjalani kehidupan setelah gempa. *** ah
