SIKKA, MUTIARA TIMUR — Keluhan atlet Taekwondo Sikka soal minimnya dukungan pemerintah daerah mulai mendapat respons. Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menerima perwakilan pelatih dan atlet Dojang Derina Winners Club di rumah jabatan Bupati, Selasa, 15 September 2026.
Pertemuan itu menjadi ruang bagi para atlet dan pelatih menyampaikan langsung kebutuhan mereka, mulai dari fasilitas latihan, apresiasi dari sekolah, keringanan biaya pendidikan, hingga peluang beasiswa bagi atlet berprestasi.
Pelatih Derina Winners Club, Derina Da Cunha, mengatakan aspirasi tersebut disampaikan agar prestasi atlet tidak berhenti hanya karena keterbatasan biaya.
Menurut Derina, Bupati merespons persoalan tersebut secara langsung. Salah satu langkah yang akan segera ditempuh adalah meminta Dinas PKO berkoordinasi dengan sekolah-sekolah agar atlet berprestasi mendapat perhatian.
Bupati juga meminta daftar nama atlet berprestasi untuk menjadi dasar tindak lanjut kepada sekolah masing-masing.
Dukungan tidak hanya diarahkan pada pendidikan. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua KONI Sikka, Juventus mengatakan akan mendorong koordinasi dengan pengurus cabang olahraga untuk memastikan pembinaan Taekwondo memperoleh porsi anggaran.
“Berkaitan dengan mereka yang di bawah payung Taekwondo Kabupaten Sikka, saya sebagai Ketua KONI sudah sampaikan untuk berkoordinasi dengan Ketua Cabor agar mengalokasikan anggaran pembinaan,” kata Juventus.
Bagi Derina Winners Club, persoalan fasilitas latihan juga menjadi kebutuhan mendesak. Selama ini, pembinaan atlet masih banyak bertumpu pada kemampuan internal klub dan dukungan orang tua.
Karena itu, Juventus menyatakan dirinya akan memberikan dukungan peralatan latihan secara pribadi untuk menunjang persiapan para atlet menghadapi kejuaraan berikutnya.
“ Saya secara pribadi akan membantu peralatan latihan secepatnya untuk Derina Winners Club,” ujarnya.
Popda tetap jalan, meski tak seluruhnya dibiayai
Untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) NTT, Derina mengatakan dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah baru mencakup dua atlet dari dojangnya. Sementara satu atlet lainnya telah masuk Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Kupang.
Kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmen klub. Derina Winners Club tetap berencana menurunkan tim secara mandiri untuk membawa nama Sikka dalam kompetisi.
Pertemuan dengan Bupati menjadi babak baru bagi para atlet yang sebelumnya mengeluhkan minimnya perhatian terhadap prestasi mereka.
Kini yang ditunggu bukan lagi sekadar pernyataan dukungan, melainkan sejauh mana langkah yang telah disampaikan itu benar-benar diwujudkan dalam bentuk fasilitas, pembinaan, perhatian pendidikan, dan penghargaan yang layak bagi atlet berprestasi.
Sebab, prestasi atlet lahir dari latihan panjang. Jangan sampai masa depan mereka berhenti hanya karena pemerintah terlambat memberi ruang. **ah
