Maumere – Suasana duka menyelimuti Dusun Lei, Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Jumat (31/7/2026). Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Sikka berinisial C.H. (57), yang masih aktif bertugas sebagai tenaga medis (bidan) di Puskesmas Tuanggeo, ditemukan meninggal dunia di rumahnya sekitar pukul 08.30 Wita.
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Setelah menerima laporan masyarakat, personel Polsubsektor Palue segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga kesehatan guna melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah.
Kapolres Sikka melalui Kasi Humas, Ipda Leonard Tunga, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan bersama tenaga kesehatan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Personel kami langsung menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan bersama tenaga kesehatan dan hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Ipda Leonard Tunga, Jumat malam.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarganya pada Jumat pagi. Sebelumnya, pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 Wita, korban masih terlihat beraktivitas seperti biasa di dalam rumah.
Dalam proses penyelidikan, polisi meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk keluarga, tetangga, dan perangkat desa. Dari hasil pengumpulan informasi tersebut, diketahui korban pernah menjalani pengobatan ke dokter spesialis kejiwaan di Maumere sejak tahun 2024 karena mengalami gangguan kesehatan.
Selain itu, penyidik juga memperoleh keterangan dari saksi mengenai persoalan pribadi yang diduga tengah dihadapi korban. Namun, kepolisian menegaskan seluruh informasi tersebut masih sebatas keterangan saksi dan menjadi bagian dari proses pendalaman.
Polisi juga memeriksa barang-barang milik korban, termasuk telepon genggam yang ditemukan di lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan pesan pribadi yang mengindikasikan korban sedang mengalami masalah kesehatan.
"Kami masih mendalami seluruh keterangan saksi maupun barang bukti yang ditemukan di lokasi. Semua itu merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk memastikan fakta-fakta yang ada," ujar Leonard.
Korban diketahui masih aktif menjalankan tugas sebagai bidan di Puskesmas Tuanggeo. Kepergiannya mengejutkan rekan kerja maupun masyarakat yang mengenalnya sebagai tenaga kesehatan yang masih mengabdi di wilayah Kecamatan Palue.
Usai pemeriksaan di lokasi, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi dan keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
Leonard menjelaskan, kepolisian telah melaksanakan seluruh prosedur penanganan sesuai ketentuan, mulai dari menerima laporan masyarakat, melakukan olah TKP, mengumpulkan bahan keterangan, berkoordinasi dengan tenaga medis, hingga menyusun laporan resmi.
"Hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya tindak pidana. Kami juga menghormati keputusan keluarga yang menolak autopsi terhadap jenazah korban," katanya.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan menyerahkan proses penanganan sepenuhnya kepada aparat. Polisi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar, serta segera mencari bantuan kepada tenaga kesehatan atau layanan profesional apabila menemukan seseorang yang mengalami tekanan emosional atau gangguan kesehatan mental.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh. Dukungan keluarga, lingkungan, dan akses terhadap layanan kesehatan menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam membantu seseorang yang sedang menghadapi tekanan hidup. **arishalilintar
