SIKKA, MUTIARA TIMUR — Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yoseph Karmianto Eri atau Manto Eri, meminta Pemerintah Kabupaten Sikka segera melakukan penataan dan verifikasi ulang data pengungsi pascagempa. Ia menilai penanganan bencana harus diarahkan terlebih dahulu kepada warga yang mengalami dampak paling berat.
Menurut Manto, pemerintah perlu memastikan siapa saja warga yang benar-benar terdampak berat dan membutuhkan bantuan mendesak. Langkah tersebut penting agar distribusi logistik dan bantuan tidak terserap secara merata tanpa mempertimbangkan tingkat kerusakan dan kondisi masing-masing warga.
“Bupati Sikka segera lakukan sterilisasi pengungsi. Lebih baik kita sibuk mengurus yang sangat berdampak dan sengsara,” kata Manto Eri.
Ia menegaskan, pemerintah harus berani melakukan pemetaan dan verifikasi terhadap warga di lokasi pengungsian. Menurut dia, harus ada perbedaan penanganan antara warga yang rumahnya rusak berat, kehilangan tempat tinggal, dan berada dalam kondisi rentan dengan warga yang terdampaknya relatif ringan.
“Bupati Sikka harus berani lakukan sterilisasi pengungsi. Mana yang berdampak luar biasa dan mana yang biasa-biasa saja,” ujarnya.
Manto mengatakan, pendataan yang akurat akan membantu pemerintah menentukan prioritas bantuan. Dengan demikian, warga yang benar-benar kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan perlindungan segera tidak kalah prioritas dengan mereka yang masih memiliki tempat tinggal yang relatif aman.
Selain menyoroti penanganan pengungsi, Manto Eri juga meminta Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena turun langsung ke Pulau Palue untuk melihat kondisi masyarakat terdampak gempa.
“Saya minta Kakak Melki Laka Lena, Gubernur NTT, untuk turun ke Palue,” kata Manto.
Menurut dia, kunjungan langsung gubernur dibutuhkan untuk melihat kondisi masyarakat di lapangan sekaligus memastikan penanganan pascabencana berjalan sesuai kebutuhan warga.
Manto mengingatkan bahwa masyarakat Palue memiliki hubungan politik yang kuat dengan pasangan Melki Laka Lena–Johni Asadoma pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Ia menyebut dukungan masyarakat Palue terhadap pasangan tersebut sangat besar meski keduanya disebut tidak pernah melakukan kampanye langsung di wilayah itu.
“Saat Pilgub, pasangan Melki-Joni mendapat dukungan dari orang Palue sangat luar biasa, padahal tidak pernah kampanye di Palue,” ujarnya.
Karena itu, Manto menilai kehadiran Gubernur NTT di Palue dalam situasi bencana saat ini bukan hanya penting secara administratif, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab moral dan politik terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak gempa.
Manto Eri sebelumnya pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka periode 2019–2024 dan kini merupakan Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Fraksi PKB. Ia juga merupakan Ketua DPC PKB Kabupaten Sikka.
Ia berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada angka jumlah pengungsi, tetapi memastikan warga yang mengalami kerusakan paling parah benar-benar menjadi prioritas utama dalam seluruh proses penanganan pascagempa. **ah
