KUPANG – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Eltari, Kota Kupang, menuai kritik dari warga. Kawasan yang semula diperuntukkan sebagai ruang publik untuk berolahraga dan menjalani gaya hidup sehat kini dinilai mulai bergeser fungsi karena dipenuhi aktivitas perdagangan hingga menyerupai pasar pagi.
Salah seorang warga, Tono Wungubelen, menilai semakin banyaknya pedagang yang menjajakan berbagai kebutuhan rumah tangga membuat fungsi utama CFD sebagai kawasan olahraga semakin berkurang.
Menurut Tono, keberadaan pedagang yang menjual air minum atau makanan ringan untuk memenuhi kebutuhan peserta olahraga masih dapat dipahami. Namun, ketika kawasan CFD dipenuhi penjualan telur, sayur-mayur, bawang, pakaian, mainan anak-anak hingga berbagai barang lainnya, suasana yang tercipta lebih menyerupai pasar pagi dibandingkan ruang olahraga.
"Pemerintah sudah memberikan fasilitas yang sangat baik kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat memiliki ruang untuk berolahraga dan meningkatkan kebugaran. Tetapi sekarang suasananya sudah lebih mirip pasar pagi daripada tempat olahraga," ujar Tono.
Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Kupang melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan CFD, khususnya dalam penataan pedagang agar fungsi utama kawasan sebagai ruang olahraga dan aktivitas masyarakat dapat dikembalikan. **usgo
