Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • bencana
  • Daerah

Ian Tena Tidur di Bawah Terpal, Rumah Retak, Bantuan Belum Menyentuh Warga

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

SIKKA, MUTIARA TIMUR — Warga RT 001/RW 001, Dusun Dobo, Desa Ian Tena, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, masih bertahan di luar rumah setelah gempa mengguncang wilayah tersebut dan menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Beberapa rumah warga dilaporkan mengalami keretakan pada bagian bangunan. Kondisi itu membuat warga memilih mengungsi secara mandiri karena khawatir berada di dalam rumah yang dinilai belum aman.

Di lokasi pengungsian, warga terpaksa mendirikan tempat perlindungan seadanya menggunakan terpal. Mereka tidur dan beraktivitas di ruang terbuka dengan perlengkapan yang terbatas.

Data sementara yang dihimpun warga mencatat sedikitnya 17 anak dan 17 lansia berada di lokasi pengungsian. Selain itu, terdapat seorang ibu hamil yang ikut bertahan bersama warga lainnya.

Sergius Moa, warga setempat, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung setelah gempa merusak sejumlah rumah warga. Menurut dia, hingga kini warga yang mengungsi secara mandiri belum menerima bantuan maupun perhatian dari pemerintah desa, kecamatan, BPBD, maupun Pemerintah Kabupaten Sikka.

“Beberapa rumah warga rusak akibat guncangan. Kami memilih keluar rumah karena takut terjadi sesuatu. Sampai sekarang kami masih bertahan dengan kondisi seperti ini,” kata Sergius saat ditemui di lokasi pengungsian.

Sergius mengatakan kebutuhan warga sebenarnya tidak banyak. Mereka terutama membutuhkan tempat berlindung yang lebih layak untuk melindungi anak-anak, lansia dan ibu hamil dari panas maupun hujan.

“Kami tidak butuh banyak. Yang penting negara hadir untuk kami,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah atau pihak terkait segera membantu sedikitnya empat lembar terpal dan satu tenda yang dapat digunakan sebagai posko pengungsian.

Menurut Sergius, bantuan tersebut sangat dibutuhkan karena warga belum mengetahui sampai kapan mereka harus bertahan di luar rumah.

“Kami hanya ingin ada perhatian. Rumah kami sudah retak dan ada yang rusak. Kami takut kembali tidur di dalam rumah,” katanya.

Bagi warga Ian Tena, persoalan mereka bukan hanya tentang terpal atau tenda. Kerusakan rumah telah membuat rasa aman di tengah keluarga ikut runtuh. Di tengah kecemasan itu, mereka kini menunggu satu hal sederhana: pemerintah datang dan memastikan mereka tidak menghadapi bencana seorang diri. **ah



Baca Juga
Tag:
  • bencana
  • Daerah
Bagikan:
Berita Terkait
  • Ian Tena Tidur di Bawah Terpal, Rumah Retak, Bantuan Belum Menyentuh Warga
  • Ian Tena Tidur di Bawah Terpal, Rumah Retak, Bantuan Belum Menyentuh Warga
  • Ian Tena Tidur di Bawah Terpal, Rumah Retak, Bantuan Belum Menyentuh Warga
  • Ian Tena Tidur di Bawah Terpal, Rumah Retak, Bantuan Belum Menyentuh Warga
  • Ian Tena Tidur di Bawah Terpal, Rumah Retak, Bantuan Belum Menyentuh Warga
  • Ian Tena Tidur di Bawah Terpal, Rumah Retak, Bantuan Belum Menyentuh Warga
Berita Terbaru
  • Ian Tena Tidur di Bawah Terpal, Rumah Retak, Bantuan Belum Menyentuh Warga
  • Ian Tena Tidur di Bawah Terpal, Rumah Retak, Bantuan Belum Menyentuh Warga
  • Ian Tena Tidur di Bawah Terpal, Rumah Retak, Bantuan Belum Menyentuh Warga
  • Ian Tena Tidur di Bawah Terpal, Rumah Retak, Bantuan Belum Menyentuh Warga
  • Ian Tena Tidur di Bawah Terpal, Rumah Retak, Bantuan Belum Menyentuh Warga
  • Ian Tena Tidur di Bawah Terpal, Rumah Retak, Bantuan Belum Menyentuh Warga
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal








Terpopuler
  • GARIKO LAW OFFICE Laporkan Akun Facebook Natalia atas Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik terhadap YOSSI

  • Warga Kampung Bajawa Dusun IV Baumata Barat Rayakan HUT ke-81 RI, Semangat Gotong Royong Jadi Pesan Utama

  • Di Bawah Rumah yang Retak, Warga Wolowukak Menunggu Uluran Tangan

  • Kota Kupang Bagaikan Nada dan Tenun: Berbeda tetapi Harmonis

  • Rumah Roboh, Mama Alexia dan Anak Perempuan Tunggalnya Kini Tidur di Luar: Menunggu Harapan Pulang

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.