SIKKA, MUTIARA TIMUR — Langkah kemanusiaan untuk membantu warga terdampak gempa di Kabupaten Sikka terus berlanjut. Memasuki hari kedua, tim relawan dari perusahaan yang berada di bawah koordinasi sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali bergerak menyusuri wilayah terdampak.
Setelah sebelumnya memberikan bantuan dan pelayanan kesehatan di Dusun Tour Orin Bao, Desa Nita, Kecamatan Nita, pada Jumat (21/8/2026), tim pada Sabtu (22/8/2026) bergerak menuju Dusun Hubing, Desa Iligai, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka.
Kehadiran tim disambut antusias masyarakat. Warga tidak hanya menerima bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga mendapat kesempatan memeriksakan kondisi kesehatan secara gratis kepada tenaga medis yang dibawa tim.
Senior Manager Dedi Kurniawan mengatakan, pengerahan tim merupakan bagian dari respons kemanusiaan perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak gempa.
Menurut Dedi, tim sengaja bergerak langsung ke tengah masyarakat untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan bantuan dan pelayanan kesehatan dapat diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
“Tim kami kebetulan memiliki personel untuk membagikan bantuan sekaligus memberikan layanan kesehatan. Jadi kami bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Dedi.
Ia mengatakan, pelayanan kesehatan menjadi perhatian penting karena warga yang masih bertahan di tenda pengungsian rentan mengalami berbagai keluhan kesehatan.
“Kami melihat warga yang tinggal di tenda pengungsian rentan mengalami berbagai penyakit. Karena itu kami pantau kondisi mereka dan membawa obat-obatan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Di Dusun Hubing, antusiasme warga terlihat ketika tim mulai membuka pelayanan kesehatan. Salah seorang warga, Mama Yohana Henderika, mengaku bersyukur karena selain mendapat bantuan, masyarakat juga memperoleh pengobatan secara cuma-cuma.
Yohana mengatakan, sebelumnya pemerintah desa juga telah menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak. Namun, kehadiran tim relawan perusahaan memberikan tambahan perhatian, terutama melalui pelayanan kesehatan gratis.
“Kami bersyukur karena ada bantuan dan pengobatan gratis. Sebelumnya dari desa juga sudah ada bantuan sembako. Sekarang kami bisa memeriksakan kesehatan secara gratis,” ungkap Yohana.
Bagi warga yang masih berada dalam situasi pascagempa, pelayanan tersebut menjadi sesuatu yang berarti. Di tengah keterbatasan dan kekhawatiran setelah gempa, warga mendapat kesempatan untuk memeriksa kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.
Selain pelayanan kesehatan, tim juga membawa bantuan kebutuhan pokok yang disalurkan kepada masyarakat. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan kemanusiaan perusahaan bagi warga yang terdampak bencana.
Pada hari pertama di Desa Nita, bantuan yang disalurkan antara lain beras, air mineral, mi instan, minyak goreng, telur, biskuit, makanan bayi, pembalut wanita, sarden dan gula pasir.
Bantuan dan pelayanan tersebut merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan sejumlah perusahaan dalam satu grup, di antaranya PT Plesart Tambang Kencana (PTK), PT Indo Muro Kencana (IMK), PT Indexim Coalindo, PT Bukit Baiduri Energi dan PT Khotai Makmur Insan Abadi.
Sebanyak 20 personel sebelumnya dikerahkan untuk mendukung respons kemanusiaan tersebut. Delapan personel bergerak di wilayah Sikka, sementara 12 lainnya diarahkan menuju Kabupaten Nagekeo.
Dedi menegaskan, tim akan terus melihat wilayah yang membutuhkan bantuan dengan tetap berkoordinasi bersama Posko Tanggap Darurat, pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Kami tentu memiliki keterbatasan, baik dari sisi waktu, logistik maupun obat-obatan. Kami akan melihat mana yang lebih prioritas. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk menentukan daerah mana yang akan kami kunjungi,” katanya.
Setelah Nita pada hari pertama dan Dusun Hubing di Desa Iligai pada hari kedua, langkah tim relawan diharapkan dapat terus menjangkau warga terdampak lainnya.
Bagi masyarakat, bantuan bukan hanya soal beras, air mineral atau obat-obatan. Kehadiran orang-orang yang datang langsung ke tengah mereka menjadi pesan bahwa di tengah masa sulit pascagempa, masih ada kepedulian yang datang mengetuk pintu mereka. **ah



