DENPASAR – Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, memaparkan pengalaman dan praktik tata kelola air di Kota Kupang dalam Annual Meeting PLAN International yang berlangsung di Denpasar, Bali, Selasa (4/8/2026).
Forum tersebut secara khusus membahas implementasi Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan) di Kota Kupang dan Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini dihadiri jajaran manajemen PLAN International, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Program CERAH dari Sumbawa dan Kota Kupang, serta perwakilan Persani NTT.
Dalam pemaparannya, Isidorus Lilijawa menyampaikan bahwa kolaborasi antara PLAN International dan Perumda Air Minum Kota Kupang telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air dan peningkatan layanan air minum bagi masyarakat.
"Melalui forum ini saya berbagi kisah tentang tata kelola air di Kota Kupang. Kami berterima kasih kepada PLAN International yang telah menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program pengelolaan air secara berkelanjutan," ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah program yang telah dilaksanakan bersama PLAN International antara lain konservasi air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Liliba dan DAS Kolhua, pelaksanaan Real Demand Survey untuk pelayanan air bersih pada zona SPAM Kali Dendeng, serta peningkatan kapasitas pegawai Perumda Air Minum dalam penanganan Non-Revenue Water (NRW) dan penyusunan neraca air.
Selain itu, PLAN International juga mendukung Program Perumdam Bergetar (Bergerak Tanam Air) melalui pengembangan biopori di 14 kelurahan di Kota Kupang. Sebelumnya, lembaga tersebut juga berkontribusi dalam penyusunan dokumen Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) sebagai pedoman pengelolaan sistem penyediaan air minum yang aman dan berkelanjutan.
Isidorus menilai, seluruh bentuk dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan air Kota Kupang yang selama ini menghadapi tantangan keterbatasan sumber air baku.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut demi meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat dan menjaga keberlanjutan sumber daya air.
"Terima kasih PLAN. Mudah-mudahan jalan kolaborasi yang sudah kita rintis terus kita tapaki bersama. Kami masih membutuhkan dukungan ke depan. Jika sendiri-sendiri, kita adalah tetes-tetes air. Kalau bersama, kita adalah samudra luas," tutup Isidorus. **usgo

