Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Budaya

Sanggar Delyza Harap Perhatian Pemerintah, Terus Lestarikan Seni Budaya NTT

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

KOTA KUPANG – Di tengah keterbatasan dukungan dan pembiayaan, Sanggar Delyza tetap konsisten menjadi wadah bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan bakat di bidang seni sekaligus melestarikan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT).

Koordinator Penggerak Sanggar Delyza, Mely Puspitasari, mengatakan sanggar yang dipimpinnya telah berdiri sejak tahun 2006. Sanggar tersebut lahir dari semangat para penari yang ingin menyediakan ruang bagi anak-anak yang memiliki minat di bidang seni namun belum memiliki tempat untuk menyalurkan bakatnya.

"Awalnya kami hanya sekitar enam orang. Karena kami semua dulunya penari, akhirnya kami membentuk sanggar untuk merekrut anak-anak yang memiliki hobi di bidang seni agar mereka punya tempat untuk menyalurkan bakat," ujar Mely kepada Mutiara-Timur.com usai tampil dalam Festival Seni dan Tarian Dolo-Dolo Lintas Generasi pada Festival Budaya Lamaholot di Kota Kupang, Rabu (22/7/2026).

Seiring berjalannya waktu, jumlah anggota Sanggar Delyza terus mengalami perubahan. Meski demikian, semangat untuk membina generasi muda dan melestarikan budaya tidak pernah surut.

Menurut Mely, Sanggar Delyza telah beberapa kali dipercaya tampil dalam berbagai kegiatan budaya, termasuk Festival Budaya yang diselenggarakan di Taman Budaya NTT. Penampilan tersebut bukan dalam ajang perlombaan, melainkan sebagai pengisi acara untuk memeriahkan festival kebudayaan.

"Dulu kami sering diundang tampil di Taman Budaya. Sekarang sudah jarang mendapat kesempatan. Kami berharap ke depan bisa kembali dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan budaya," katanya.

Ia mengakui tantangan terbesar yang dihadapi sanggar saat ini adalah keterbatasan anggaran. Honor yang diperoleh dari setiap penampilan tidak pernah dipatok dengan nominal tertentu dan sebagian besar digunakan kembali untuk memenuhi kebutuhan sanggar.

"Kami tidak pernah memasang tarif. Dari hasil tampil itulah saya bersama mama membeli sendiri kain, perhiasan, dan perlengkapan tari lainnya," ungkapnya.

Mely juga menyampaikan hingga saat ini dukungan dari pemerintah terhadap sanggar yang dipimpinnya masih sangat minim. Karena itu, ia berharap pemerintah memberikan perhatian yang lebih merata kepada seluruh sanggar seni, termasuk sanggar-sanggar kecil yang terus berjuang melestarikan budaya daerah.

"Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan sanggar-sanggar kecil seperti kami. Jangan hanya sanggar yang sudah besar saja yang terus berkembang, sementara kami yang kecil semakin tertinggal," tegasnya.

Selain menampilkan tarian khas Lamaholot, Sanggar Delyza juga membawakan berbagai tarian kreasi dari berbagai daerah di NTT. Bahkan, sanggar tersebut turut mengembangkan pertunjukan fashion show yang mengangkat kekayaan budaya dari berbagai provinsi di Indonesia.

"Tidak hanya Lamaholot. Kami menampilkan budaya dari seluruh NTT, bahkan budaya dari berbagai provinsi di Indonesia. Harapan kami, generasi muda semakin mencintai budaya bangsa," tutup Mely. **usgo

Baca Juga
Tag:
  • Budaya
Bagikan:
Berita Terkait
  • Sanggar Delyza Harap Perhatian Pemerintah, Terus Lestarikan Seni Budaya NTT
  • Sanggar Delyza Harap Perhatian Pemerintah, Terus Lestarikan Seni Budaya NTT
  • Sanggar Delyza Harap Perhatian Pemerintah, Terus Lestarikan Seni Budaya NTT
  • Sanggar Delyza Harap Perhatian Pemerintah, Terus Lestarikan Seni Budaya NTT
  • Sanggar Delyza Harap Perhatian Pemerintah, Terus Lestarikan Seni Budaya NTT
  • Sanggar Delyza Harap Perhatian Pemerintah, Terus Lestarikan Seni Budaya NTT
Berita Terbaru
  • Sanggar Delyza Harap Perhatian Pemerintah, Terus Lestarikan Seni Budaya NTT
  • Sanggar Delyza Harap Perhatian Pemerintah, Terus Lestarikan Seni Budaya NTT
  • Sanggar Delyza Harap Perhatian Pemerintah, Terus Lestarikan Seni Budaya NTT
  • Sanggar Delyza Harap Perhatian Pemerintah, Terus Lestarikan Seni Budaya NTT
  • Sanggar Delyza Harap Perhatian Pemerintah, Terus Lestarikan Seni Budaya NTT
  • Sanggar Delyza Harap Perhatian Pemerintah, Terus Lestarikan Seni Budaya NTT
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal










Terpopuler
  • Polisi Telusuri Jejak Remaja Hilang di Sikka, Pakaian Ditemukan di Gudang TK

  • Putra Flores NTT, Prof. Dr. Ir. Fransiskus Xaverius Dako Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kehutanan Sosial

  • Satgas Pajak Turun ke SPBU, Antrean BBM Subsidi di Empat Titik Sikka Mendadak Lengang

  • Kasus Dugaan Korupsi Ayam KUB di Sikka Mandek, Kejari: Berkas Tiga Kali Dikembalikan, Penyidik Belum Penuhi Petunjuk Jaksa

  • Dari Sekolah yang Serba Terbatas, SMKN Habibola Menyalakan Harapan Baru Pendidikan di Selatan Sikka

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.