KUPANG – Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia se-Nusa Tenggara Timur (PD PERPAMSI NTT) resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode 2026–2030. Kepengurusan tersebut diharapkan menjadi motor penggerak transformasi pelayanan air minum melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola perusahaan, dan penguatan kolaborasi dengan pemerintah.
Kepengurusan baru ditetapkan dalam Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Daerah (MAPAMDA) yang berlangsung di Sotis Hotel Kupang, Selasa (21/7/2026), dan diikuti seluruh Perumda Air Minum se-Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Sekretaris PD PERPAMSI NTT, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, kepada media di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026), menjelaskan bahwa MAPAMDA merupakan agenda organisasi untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus memilih pengurus definitif untuk empat tahun ke depan.
"Hasil musyawarah menetapkan Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang, Jony Benny Sulaiman, sebagai Ketua PD PERPAMSI NTT periode 2026–2030. Saya dipercaya sebagai sekretaris, sedangkan bendahara dijabat Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Timor Tengah Selatan, Frans Steven Tafui, SP," ujar Isidorus.
Selain pengurus inti, kepengurusan juga diperkuat oleh empat wakil ketua yang berasal dari Perumda Air Minum Kabupaten Timor Tengah Utara, Lembata, Ende, dan Manggarai Barat.
Seluruh pengurus terpilih kemudian dilantik langsung oleh Ketua Umum PERPAMSI, Teddy Setiabudi, yang turut menghadiri seluruh rangkaian MAPAMDA.
Dalam arahannya, Teddy memberikan apresiasi kepada seluruh peserta karena mampu menyelenggarakan musyawarah dalam suasana yang harmonis, penuh semangat kekeluargaan, dan tanpa dinamika yang mengganggu jalannya organisasi.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan semakin matangnya PD PERPAMSI NTT sebagai wadah kolaborasi antar-Perumda Air Minum di daerah.
Ia juga menegaskan komitmen PERPAMSI Pusat untuk terus mendukung pengembangan sektor air minum di NTT melalui berbagai program strategis, salah satunya menghadirkan pelatihan peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi di Kota Kupang.
Dengan pelatihan yang dilaksanakan di daerah, direksi maupun pegawai Perumda Air Minum di NTT tidak lagi harus mengikuti pelatihan di Jakarta atau daerah lain yang membutuhkan biaya lebih besar.
Selain itu, PERPAMSI Pusat juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi, perluasan jaringan pelayanan, serta penguatan tata kelola perusahaan air minum di Nusa Tenggara Timur.
Ketua PD PERPAMSI NTT terpilih, Jony Benny Sulaiman, menegaskan kepengurusan baru berkomitmen membawa organisasi menjadi lebih profesional, adaptif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh Perumda Air Minum di NTT.
"Kepengurusan yang didominasi generasi muda diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi serta memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat peningkatan pelayanan air minum kepada masyarakat," katanya.
Sementara itu, Isidorus Lilijawa mengungkapkan sejumlah program prioritas yang akan segera dijalankan selama masa kepengurusan 2026–2030. Program tersebut meliputi penyelenggaraan pelatihan teknis dan sertifikasi kompetensi di Kupang, peningkatan jumlah SDM bersertifikat, perluasan akses beasiswa melalui Akademi Tirta, pelaksanaan rapat kerja tahunan, hingga penguatan kerja sama dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT dan BPKP Perwakilan NTT.
"Kami berharap kepengurusan baru ini menjadi momentum mempercepat transformasi Perumda Air Minum di NTT sehingga tata kelola perusahaan semakin baik, pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, dan cakupan layanan air minum terus meningkat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur," tutup Isidorus. **usgo

