Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda

BBWS Nusa Tenggara II Perkuat Pengendalian Banjir dan Dorong Usulan Irigasi melalui Aplikasi SIPURI

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

KUPANG, Mutiara-Timur.com – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II terus memperkuat upaya pengendalian banjir di Kota Kupang melalui kegiatan pembersihan sungai serta pelaksanaan program infrastruktur berbasis masyarakat untuk mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Plh. BBWS Nusa Tenggara II Frengky Welkis menjelaskan, salah satu kegiatan yang saat ini ditindaklanjuti merupakan respons atas aspirasi masyarakat yang disampaikan sejak kegiatan bersih-bersih sungai tahun lalu. Saat itu warga mengeluhkan kondisi sungai yang kerap meluap ketika musim hujan sehingga menyebabkan banjir di sejumlah kawasan.

"Ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat. Saat kegiatan bersih-bersih sungai tahun lalu, masyarakat menyampaikan keluhan tentang banjir yang sering terjadi saat debit air meningkat. Meskipun anggaran masih terbatas, kami berupaya memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, pembersihan sungai dilakukan secara rutin sebelum dan sesudah musim hujan agar aliran sungai tetap lancar dan tidak tersumbat oleh sampah maupun sedimentasi yang berpotensi menyebabkan luapan air. Kegiatan tersebut mencakup sejumlah sungai di wilayah Kota Kupang, di antaranya kawasan Dendeng, Merdeka, Oeba, dan Oesapa.

Selain normalisasi sungai, BBWS Nusa Tenggara II juga menjalankan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang merupakan bagian dari skema Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM). Program ini memberikan kesempatan kepada kelompok tani yang telah berbadan hukum untuk mengusulkan pembangunan maupun rehabilitasi jaringan irigasi.

Usulan program disampaikan melalui aplikasi SIPURI, yang diajukan oleh pemerintah daerah sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. Selanjutnya, pekerjaan dilaksanakan langsung oleh kelompok tani, sementara BBWS memberikan pendampingan teknis dan administrasi.

"Balai hanya melakukan pendampingan teknis dan administrasi, sedangkan dana langsung ditransfer ke rekening kelompok tani untuk melaksanakan pekerjaan. Karena itu, masyarakat dan pemerintah daerah harus proaktif mengusulkan kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan," jelasnya.

Setiap lokasi P3TGAI memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp195 juta hingga maksimal Rp200 juta. Di Kota Kupang pada tahun 2026 terdapat tiga lokasi yang memperoleh program tersebut, yakni di wilayah Bakunase, Oelon, dan Oepura. Seluruh kegiatan kini telah memasuki tahap pelaksanaan setelah penandatanganan kontrak dan sosialisasi kepada kelompok penerima.

Pihak BBWS  juga terus mendorong pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, serta kelompok tani untuk memanfaatkan aplikasi SIPURI dalam menyampaikan usulan pembangunan infrastruktur sumber daya air, baik jaringan irigasi maupun sarana air baku.

Langkah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional.

Melalui kebijakan tersebut, masyarakat diminta mengusulkan kebutuhan infrastruktur pertanian sesuai kondisi di wilayah masing-masing agar dapat diverifikasi dan diprioritaskan sesuai ketersediaan anggaran pemerintah.

Sementara itu, untuk pembangunan sarana air baku, BWS Nusa Tenggara II juga terus mengajukan sejumlah usulan melalui mekanisme yang berlaku. Salah satu usulan yang telah tercatat dalam pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tahap pertama berada di kawasan Bakunase, Kota Kupang.

BBWS Nusa Tenggara II berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kelurahan, kelompok tani, dan masyarakat terus diperkuat sehingga semakin banyak program infrastruktur sumber daya air yang dapat direalisasikan. Selain mengurangi risiko banjir, pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan layanan irigasi dan memperkuat produktivitas pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. **usgo





KUPANG, Mutiara-Timur.com – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II terus memperkuat upaya pengendalian banjir di Kota Kupang melalui kegiatan pembersihan sungai serta pelaksanaan program infrastruktur berbasis masyarakat untuk mendukung sektor pertanian.

Plh. BBWS Nusa Tenggara II  Frengky Welkis menjelaskan, salah satu kegiatan yang saat ini ditindaklanjuti merupakan respons atas aspirasi masyarakat yang disampaikan sejak kegiatan bersih-bersih sungai tahun lalu. Saat itu warga mengeluhkan kondisi sungai yang kerap meluap ketika musim hujan sehingga menyebabkan banjir di sejumlah kawasan.

"Ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat. Saat kegiatan bersih-bersih sungai tahun lalu, masyarakat menyampaikan keluhan tentang banjir yang sering terjadi saat debit air meningkat. Meskipun anggaran masih terbatas, kami berupaya memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat," ujarnya kepada media Jumat, (3/7/26).

Ia menjelaskan, pembersihan sungai dilakukan secara rutin sebelum dan sesudah musim hujan untuk memastikan aliran sungai tetap lancar dan tidak tersumbat oleh sampah maupun sedimentasi yang dapat memicu luapan air.

Adapun lokasi pembersihan meliputi sejumlah sungai di wilayah Kota Kupang, antara lain kawasan Dendeng, Merdeka, Oeba, hingga Oesapa.

Selain kegiatan normalisasi sungai, BWS Nusa Tenggara II juga menjalankan program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang merupakan bagian dari skema Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM).

Program tersebut memberikan kesempatan kepada kelompok tani yang berbadan hukum untuk mengusulkan pembangunan maupun peningkatan jaringan irigasi melalui aplikasi yang telah disediakan pemerintah.

"Program ini dilaksanakan langsung oleh kelompok tani. Balai hanya melakukan pendampingan teknis dan administrasi, sedangkan dana langsung ditransfer kepada kelompok penerima untuk melaksanakan pekerjaan," jelasnya.

Untuk setiap lokasi, nilai bantuan berkisar Rp195 juta hingga maksimal sekitar Rp200 juta.

Di Kota Kupang, pada tahun 2026 terdapat tiga lokasi yang memperoleh program P3TGAI, yakni di wilayah Bakunase, Oelon, dan Oepura. Seluruh kegiatan saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan setelah penandatanganan kontrak dan sosialisasi kepada kelompok penerima.

Menurutnya, keberhasilan memperoleh program tersebut sangat bergantung pada keaktifan masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengajukan usulan melalui sistem aplikasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, untuk pembangunan sarana air baku, pihak BBWS Nusa Tenggara II menyatakan masih terus mengusulkan sejumlah kebutuhan sesuai mekanisme yang berlaku. Salah satu usulan yang telah tercatat melalui program Instruksi Presiden (Inpres) tahap pertama adalah pembangunan di kawasan Bakunase, Kota Kupang.

Pihak BBWS berharap sinergi antara pemerintah daerah, kelurahan, dan masyarakat terus diperkuat agar semakin banyak program infrastruktur sumber daya air yang dapat direalisasikan di Kota Kupang demi mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung kebutuhan air bagi masyarakat dan sektor pertanian. **usgo

Baca Juga
Bagikan:
Berita Terkait
  • BBWS Nusa Tenggara II Perkuat Pengendalian Banjir dan Dorong Usulan Irigasi melalui Aplikasi SIPURI
  • BBWS Nusa Tenggara II Perkuat Pengendalian Banjir dan Dorong Usulan Irigasi melalui Aplikasi SIPURI
  • BBWS Nusa Tenggara II Perkuat Pengendalian Banjir dan Dorong Usulan Irigasi melalui Aplikasi SIPURI
  • BBWS Nusa Tenggara II Perkuat Pengendalian Banjir dan Dorong Usulan Irigasi melalui Aplikasi SIPURI
  • BBWS Nusa Tenggara II Perkuat Pengendalian Banjir dan Dorong Usulan Irigasi melalui Aplikasi SIPURI
  • BBWS Nusa Tenggara II Perkuat Pengendalian Banjir dan Dorong Usulan Irigasi melalui Aplikasi SIPURI
Berita Terbaru
  • BBWS Nusa Tenggara II Perkuat Pengendalian Banjir dan Dorong Usulan Irigasi melalui Aplikasi SIPURI
  • BBWS Nusa Tenggara II Perkuat Pengendalian Banjir dan Dorong Usulan Irigasi melalui Aplikasi SIPURI
  • BBWS Nusa Tenggara II Perkuat Pengendalian Banjir dan Dorong Usulan Irigasi melalui Aplikasi SIPURI
  • BBWS Nusa Tenggara II Perkuat Pengendalian Banjir dan Dorong Usulan Irigasi melalui Aplikasi SIPURI
  • BBWS Nusa Tenggara II Perkuat Pengendalian Banjir dan Dorong Usulan Irigasi melalui Aplikasi SIPURI
  • BBWS Nusa Tenggara II Perkuat Pengendalian Banjir dan Dorong Usulan Irigasi melalui Aplikasi SIPURI
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal










Terpopuler
  • Gua Maria Paroki Nita Roboh Jelang Nusra Youth Day

  • Direktur PDAM Sikka Tantang GMNI Buka Rekaman Isu Fee Rp40 Juta: "Kalau Tak Bisa Dibuktikan, Itu Hoaks"

  • Kajari Sikka Buka Surat Bermeterai Direktur PDAM, Bantah Isu Fee Rp40 Juta: "Kalau Terbukti Kami Tindak, Kalau Hoaks Ada Konsekuensi Hukumnya"

  • Akreditasi "Baik Sekali" Bukan Garis Akhir, Dekan Fakultas Hukum Unipa: Kami Sedang Menyiapkan Lompatan Lebih Besar

  • SMKN Habibola Resmi Kantongi Izin Operasional, Hadirkan Pilihan Pendidikan baru bagi Generasi Muda Kecamatan Doreng

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.