Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Budaya

Didominasi Etnis Rote, Sabu, dan Timor, Kelurahan Nunleu Justru Angkat Budaya Manggarai, Ini Alasannya

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

KUPANG – Meski mayoritas masyarakat Kelurahan Nunleu berasal dari etnis Rote, Sabu, dan Timor, Pemerintah Kelurahan Nunleu justru memilih mengangkat budaya Manggarai pada Event Budaya Kelurahan Nunleu tahun 2026. Keputusan tersebut diambil sebagai upaya memperkenalkan keberagaman budaya Nusa Tenggara Timur kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

PLh. Lurah Nunleu, Ade Ayub Peter Ndoen Ndun, S.H., mengatakan event budaya yang berlangsung selama tiga hari itu merupakan bagian dari kalender event tahunan Pemerintah Kota Kupang yang terus didukung Wali Kota Kupang.

"Motivasi pertama kami karena ini merupakan program pemerintah yang sudah ditetapkan sebagai kalender event tahunan oleh Bapak Wali Kota. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang terus menjaga agar kegiatan ini tetap dilaksanakan setiap tahun di tingkat kelurahan," katanya kepada media, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut adalah melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya yang ada di Nusa Tenggara Timur kepada masyarakat.

Ade Ayub menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir tema budaya yang ditampilkan lebih banyak berasal dari etnis Rote, Sabu, dan Timor karena memang ketiga etnis tersebut mendominasi penduduk Kelurahan Nunleu.

"Selama ini masyarakat lebih sering menyaksikan budaya Rote, Sabu, dan Timor. Tahun ini kami mencoba menghadirkan budaya Manggarai agar masyarakat juga mengenal budaya dari daerah lain di NTT," ujarnya.

Ia mengatakan, banyak warga Nunleu juga memiliki hubungan kekeluargaan dengan masyarakat dari berbagai daerah di NTT. Karena itu, pemerintah kelurahan ingin membuka ruang bagi seluruh etnis untuk tampil dan memperkenalkan identitas budayanya.

"Harapan kami generasi penerus tidak hanya mengenal budaya yang ada di lingkungan mereka, tetapi juga memahami kekayaan budaya NTT secara keseluruhan," tambahnya.

Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, seluruh empat RW di Kelurahan Nunleu dilibatkan dalam kepanitiaan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara bergilir berdasarkan RW, tahun ini seluruh RW bergabung dalam satu kepanitiaan dengan pembagian tugas masing-masing.

RW 1 bertanggung jawab pada penggalangan dana, RW 2 menangani konsumsi, RW 3 mengurus pelaksanaan acara, sedangkan RW 4 menangani perlengkapan. Persiapan kegiatan telah dimulai sejak akhir Mei melalui rapat bersama dan pembentukan panitia.

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat disuguhkan berbagai perlombaan antar-RW, seperti lomba fashion show, karaoke, tari tradisional, hingga kompetisi UMKM.

Panitia juga menyiapkan hadiah berupa piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan bagi para pemenang.

Menurut Ade Ayub, hadiah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan peserta untuk terus mengembangkan kreativitas, termasuk membantu kebutuhan saat mengikuti kegiatan budaya pada kesempatan berikutnya.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, event ini juga dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. Setiap malam, berbagai stan kuliner dan produk lokal dibuka untuk melayani pengunjung.

Ia mengakui pelaku UMKM yang terlibat masih didominasi warga RW 1 dan RW 2 karena di wilayah tersebut terdapat kelompok penenun dan pelaku usaha yang cukup aktif. Meski demikian, Pemerintah Kelurahan Nunleu akan terus mendorong RW lainnya agar ikut mengembangkan usaha ekonomi kreatif.

"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat, melestarikan budaya, sekaligus meningkatkan ekonomi warga melalui UMKM," pungkasnya. 

Pelaksana Harian (Plh) Lurah Nunleu, Ade Nunleu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pariwisata yang telah menetapkan kalender event budaya di setiap kelurahan serta memberikan dukungan pendanaan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana secara rutin setiap tahun.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan budaya yang dimiliki masing-masing kelurahan kepada publik. **usgo

Baca Juga
Tag:
  • Budaya
Bagikan:
Berita Terkait
  • Didominasi Etnis Rote, Sabu, dan Timor, Kelurahan Nunleu Justru Angkat Budaya Manggarai, Ini Alasannya
  • Didominasi Etnis Rote, Sabu, dan Timor, Kelurahan Nunleu Justru Angkat Budaya Manggarai, Ini Alasannya
  • Didominasi Etnis Rote, Sabu, dan Timor, Kelurahan Nunleu Justru Angkat Budaya Manggarai, Ini Alasannya
  • Didominasi Etnis Rote, Sabu, dan Timor, Kelurahan Nunleu Justru Angkat Budaya Manggarai, Ini Alasannya
  • Didominasi Etnis Rote, Sabu, dan Timor, Kelurahan Nunleu Justru Angkat Budaya Manggarai, Ini Alasannya
  • Didominasi Etnis Rote, Sabu, dan Timor, Kelurahan Nunleu Justru Angkat Budaya Manggarai, Ini Alasannya
Berita Terbaru
  • Didominasi Etnis Rote, Sabu, dan Timor, Kelurahan Nunleu Justru Angkat Budaya Manggarai, Ini Alasannya
  • Didominasi Etnis Rote, Sabu, dan Timor, Kelurahan Nunleu Justru Angkat Budaya Manggarai, Ini Alasannya
  • Didominasi Etnis Rote, Sabu, dan Timor, Kelurahan Nunleu Justru Angkat Budaya Manggarai, Ini Alasannya
  • Didominasi Etnis Rote, Sabu, dan Timor, Kelurahan Nunleu Justru Angkat Budaya Manggarai, Ini Alasannya
  • Didominasi Etnis Rote, Sabu, dan Timor, Kelurahan Nunleu Justru Angkat Budaya Manggarai, Ini Alasannya
  • Didominasi Etnis Rote, Sabu, dan Timor, Kelurahan Nunleu Justru Angkat Budaya Manggarai, Ini Alasannya
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal










Terpopuler
  • Dugaan Uang Jaminan Rp50 Juta Menggema, Rilis Enam Kasus BBM Polres Sikka Justru Memunculkan Pertanyaan Baru

  • “Jangan Sampai Kami Hanya Jadi Penonton,” Harapan Anak-Anak 3T Sikka yang Masih Menunggu Program MBG

  • SMKN Habibola Resmi Kantongi Izin Operasional, Hadirkan Pilihan Pendidikan baru bagi Generasi Muda Kecamatan Doreng

  • Warga Pelibaler Ultimatum 8 Hari: Bak Air Rp65 Juta Harus Tuntas, Pj Kades Janji Kawal Hingga Selesai

  • RAPOR DIBAGIKAN, HARAPAN DITERBANGKAN! SMAN 1 NITA RESMI KUKUHKAN KOMITE BARU UNTUK CETAK GENERASI EMAS

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.