Maumere – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan kalangan pemuda di Dusun Dat, Desa Waihawa, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka. Di tengah keterbatasan perhatian terhadap infrastruktur jalan, para pemuda berinisiatif melakukan perbaikan darurat pada akses jalan di Kali Wair Bolat yang berada di wilayah perbatasan Desa Wolon Terang dan Desa Waihawa.
Perbaikan dilakukan secara swadaya dengan membuat rabat jalan pada titik yang selama ini mengalami kerusakan cukup parah dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan. Kondisi jalan berlubang dan licin menyebabkan kendaraan sulit melintas, termasuk mobil Ambulance yang membawa pasien rujukan dari Puskesmas Habibola menuju RSUD TC Hillers Maumere.
Beberapa kali pasien rujukan dari Puskesmas Habibola yang diantar menggunakan mobil Ambulance menuju RSUD TC Hillers terpaksa diturunkan di lokasi jalan rusak karena kendaraan tidak mampu melintasi jalur tersebut. Dalam kondisi darurat, pasien harus berjalan kaki sambil tetap memegang infus hingga melewati titik jalan yang rusak parah sebelum kembali diangkut mobil Ambulance.
“Kalau ada pasien rujukan ke rumah sakit, mobil Ambulance sering tidak bisa lewat karena jalan rusak. Pasien terpaksa turun jalan kaki sambil memegang infus,” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi, Kamis, 14 Mei 2026.
Ketua koordinasi pemuda,Florianus Nong Ori, menjelaskan bahwa pekerjaan rabat dilakukan secara bertahap menggunakan dana hasil swadaya masyarakat dan sumbangan sukarela dari pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut.
Menurutnya, para pemuda tidak mematok tarif tertentu kepada pengendara. Siapa pun yang lewat dipersilakan memberi bantuan seikhlasnya. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli semen dan material lain guna menambal bagian jalan yang rusak.
“Kami minta apa adanya dari kendaraan yang lewat. Uang yang terkumpul dipakai beli semen untuk cor jalan yang sebelumnya sangat memprihatinkan,” kata Ori.
Ia juga menyampaikan bahwa upaya masyarakat tersebut telah mendapat perhatian dari dua anggota DPRD Kabupaten Sikka dari daerah pemilihan setempat, yakni Stef Sumandi dan Yohanes Yos Depskim yang disebut telah memberikan bantuan kepada masyarakat.
Meski demikian, warga berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada bantuan sementara. Menurut para pemuda, akses jalan di Kali Wair Bolat merupakan jalur penting penghubung antarwilayah yang setiap hari digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Para pemuda berharap Pemerintah Kabupaten Sikka dapat segera turun melihat langsung kondisi di lapangan dan memasukkan pembangunan jalan tersebut dalam program prioritas infrastruktur daerah.
“Kami berharap pemerintah hadir dan memperhatikan jalan ini secara serius. Karena ini akses penting masyarakat. Jangan tunggu ada korban atau viral dulu baru diperbaiki,” ungkap Ori.
Semangat swadaya yang ditunjukkan para pemuda Dusun Dat dinilai menjadi bukti bahwa masyarakat tetap bergerak di tengah keterbatasan. Namun mereka menegaskan, pembangunan infrastruktur dasar tetap menjadi tanggung jawab pemerintah demi menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas warga. **arishalilintar
