KOTA KUPANG, mutiara-timur.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menghadiri kegiatan Halal Bihalal Perantau Minang se-Kota Kupang yang digelar di Universitas Muhammadiyah Kupang, Minggu (19/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antara Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) dengan Pemerintah Kota Kupang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi NTT Mohammad Anzor dan Filmon Loasana, perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi NTT Sulastri, Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang Prof. Dr. Nasarudin Malik, M.Si, Ketua DPW IKM Provinsi NTT Dr. Asrial Khatib, serta Ketua DPD IKM Kota Kupang Aliludin, bersama tokoh masyarakat, alim ulama, dan warga Minang di Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar IKM yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Kota Kupang, baik melalui gagasan, tenaga, maupun peran sosial di tengah masyarakat.
“IKM telah menjadi bagian penting dalam mosaik pembangunan Kota Kupang. Apa yang kita lihat hari ini tidak lepas dari sumbangsih keluarga Minang. Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya,” ujarnya.
Ia juga menyinggung usia Kota Kupang yang akan memasuki 140 tahun sebagai perjalanan panjang yang sarat dengan tantangan sekaligus harapan. Dalam konteks tersebut, peran komunitas seperti IKM dinilai strategis dalam memperkuat pembangunan berbasis kebersamaan.
Menggunakan analogi kapal, Wali Kota menegaskan bahwa organisasi tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kapal dibuat bukan untuk bersandar di dermaga, tetapi untuk berlayar dan menghadapi gelombang. Begitu juga IKM, harus terus bergerak, berkontribusi, dan menjadi solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Halal Bihalal merupakan momentum refleksi diri, saling memaafkan, serta keberanian untuk mengakui kesalahan sebagai bentuk kekuatan, bukan kelemahan.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa Kota Kupang merupakan miniatur Indonesia yang kaya akan keberagaman suku dan agama. Menurutnya, harmoni bukan berarti keseragaman, melainkan keseimbangan dalam perbedaan.
“Kota Kupang telah meraih predikat 10 besar Indeks Kota Toleran serta penghargaan sebagai kota damai dan inklusif. Ini harus kita jaga bersama, dan IKM telah berperan dalam merawat nilai-nilai tersebut,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kekuatan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas hubungan sosial masyarakatnya, seperti saling menghargai, menghormati, dan membangun kepercayaan.
Sementara itu, Ketua DPW IKM Provinsi NTT, Dr. Asrial Khatib, menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran Wali Kota Kupang serta menegaskan komitmen IKM untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, perantau Minang dikenal memiliki semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi, termasuk dalam kegiatan kemanusiaan dan pembangunan di daerah tempat mereka bermukim.
“Kami siap terus berkolaborasi dan mendukung program pemerintah, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.
Kegiatan Halal Bihalal berlangsung penuh kehangatan, diisi dengan berbagai rangkaian acara, termasuk penampilan seni budaya Minangkabau serta interaksi lintas komunitas yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan keluarga besar Minangkabau semakin kuat dalam mendukung pembangunan kota yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan. **go
