Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperkuat integritas dan semangat pengharapan dalam pelayanan publik saat menghadiri Ibadah Paskah Oikumene lingkup Pemerintah Kota Kupang Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (8/4/2026) itu turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, serta jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama lintas iman, hingga para camat dan lurah se-Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum refleksi bagi ASN untuk memperkuat nilai pengorbanan, tanggung jawab, dan integritas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Paskah mengajarkan bahwa dalam setiap tantangan selalu ada harapan dan kebangkitan. Itulah kekuatan dalam pengabdian kita,” ujar Christian Widodo.
Ia menekankan bahwa pelayanan publik yang berkualitas harus dilandasi ketulusan, komitmen, dan keberanian berkorban demi kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, setiap ASN memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan pelayanan yang optimal, sementara pemerintah wajib memastikan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
“Pelayanan memang tidak selalu mudah, tetapi harus dijalani dengan penuh integritas dan harapan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan pentingnya menghadirkan nilai iman dalam tindakan nyata, terutama dalam konteks pelayanan publik yang adil, jujur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia serta seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Ibadah Paskah Oikumene tersebut.
“Selamat merayakan Paskah. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati setiap langkah pengabdian kita dalam membangun Kota Kupang,” tutupnya.
Sementara itu, dalam renungannya, Pdt. Charles Bessie menekankan bahwa kebangkitan Kristus menjadi landasan pembaruan hidup yang mendorong terciptanya pelayanan yang berintegritas dan inklusif.
“Kebangkitan Kristus menghadirkan pengharapan dan menjadikan manusia ciptaan baru. Nilai ini harus tercermin dalam pelayanan yang jujur dan membangun,” ungkapnya.
Ibadah berlangsung khidmat dan penuh makna, sekaligus menjadi wadah mempererat persatuan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta meneguhkan semangat pelayanan lintas iman dalam mendukung pembangunan Kota Kupang. **go
