Scroll untuk melanjutkan membaca
BREAKING NEWS
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Opini

“E’na E’ri Tokang Reta Ai Crus, Apakah Kita Tidak?”

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

Refleksi Jumat Agung oleh Marianus Minggo (Pemred mutiara-timur.com)


Mai nia teleng sai uma Olivs,

Ata serdadu nora Yudas du gois,

Nulung te rimu ra Kantar Hosana,

E’na e’ri tokang reta ai Crus…

Syair dalam bahasa Sikka ini menggambarkan perjalanan menuju taman Getsemani. Di sana ada Yudas, para serdadu, dan kerumunan orang yang sebelumnya bersorak Hosana, namun kini berubah menjadi suara yang menggema: salibkan Dia.

Lirik ini bukan sekadar nyanyian tradisional. Ia adalah kisah iman yang hidup—kisah tentang manusia yang mudah berubah.

Beberapa waktu sebelumnya, mereka mengelu-elukan Yesus: Raja, Putera Daud, Sang Penyelamat. Namun hanya dalam hitungan hari, pujian itu berubah menjadi penolakan. Dari Hosana menjadi Salibkan Dia.

Apa yang berubah? Bukan Yesus. Yang berubah adalah hati manusia. Mereka adalah gambaran manusia yang tidak punya pendirian. Mudah terbawa arus. Cepat terprovokasi oleh kepentingan, ambisi, dan tekanan. Ketika situasi menguntungkan, mereka memuji. Ketika keadaan berubah, mereka pun berbalik arah.

Sungguh miris. Namun sebelum kita menghakimi mereka, Jumat Agung mengajak kita bercermin:

Apakah kita juga seperti itu? Bukankah dalam hidup sehari-hari kita pun sering:

Memuji Tuhan saat diberkati, tetapi mengeluh saat menghadapi salib hidup?

Tampak setia di hadapan banyak orang, tetapi goyah dalam kesendirian?

Mengikuti arus mayoritas, meski hati kecil tahu itu tidak benar?

Kita mungkin tidak ikut berteriak di Yerusalem dua ribu tahun lalu. Tetapi melalui sikap hidup, keputusan, dan pilihan kita, bisa saja kita mengulang teriakan yang sama: E’na e’ri tokang reta ai crus.

Yesus disalibkan bukan hanya oleh paku dan kayu salib, tetapi juga oleh ketidaksetiaan manusia—oleh hati yang plin-plan, oleh iman yang dangkal, oleh keberanian yang mudah runtuh.

Jumat Agung bukan hanya tentang mengenang penderitaan Kristus. Ini adalah panggilan untuk berubah. Untuk kembali kepada hati yang teguh. Untuk berani berdiri dalam kebenaran, meski tidak populer. Untuk setia, meski harus berkorban.

Karena pada akhirnya, pertanyaan itu tetap sama: Hari ini, kita berseru “Hosana”… atau justru “Salibkan Dia”? **go



Baca Juga
Tag:
  • Opini
Bagikan:
Berita Terkait
  • “E’na E’ri Tokang Reta Ai Crus, Apakah Kita Tidak?”
  • “E’na E’ri Tokang Reta Ai Crus, Apakah Kita Tidak?”
  • “E’na E’ri Tokang Reta Ai Crus, Apakah Kita Tidak?”
  • “E’na E’ri Tokang Reta Ai Crus, Apakah Kita Tidak?”
  • “E’na E’ri Tokang Reta Ai Crus, Apakah Kita Tidak?”
  • “E’na E’ri Tokang Reta Ai Crus, Apakah Kita Tidak?”
Berita Terbaru
  • “E’na E’ri Tokang Reta Ai Crus, Apakah Kita Tidak?”
  • “E’na E’ri Tokang Reta Ai Crus, Apakah Kita Tidak?”
  • “E’na E’ri Tokang Reta Ai Crus, Apakah Kita Tidak?”
  • “E’na E’ri Tokang Reta Ai Crus, Apakah Kita Tidak?”
  • “E’na E’ri Tokang Reta Ai Crus, Apakah Kita Tidak?”
  • “E’na E’ri Tokang Reta Ai Crus, Apakah Kita Tidak?”
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal




Terpopuler
  • Kinerja Bupati Kupang Dinilai 3 dari 10, Kordum IPF Sherly Tade Soroti Rapat di Maxx Coffee Saat Gaji P3K Belum Dibayar

  • Ketua DPW PSI NTT dr. Christian Widodo Luncurkan Ambulance Jenazah untuk Warga Kota Kupang, Dibeli dari Dana Pribadi

  • Wali Kota Kupang Bertemu Uskup Maumere, Pulang Kampung, Pulang Nilai

  • Pj Watumerak Yan Boy Turun Tangan Bantu Lansia Terdampak, Sindir Keras Pemdes Nenbura yang Bungkam

  • Kejahatan di Bali: Pria Takari Kupang Ditangkap Setelah Perkosa WNA China di Semak-Semak

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.