Kupang, mutiara-timur.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu memerangi praktik eksploitasi anak yang masih menjadi ancaman serius di Kota Kupang.
Seruan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam melindungi hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan layak bagi tumbuh kembang generasi muda.
Dalam keterangannya, Wali Kota menegaskan bahwa eksploitasi anak tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, praktik tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi anak yang harus dihentikan melalui kerja sama semua pihak.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat, keluarga, sekolah, dan lembaga lainnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar mampu mengenali tanda-tanda eksploitasi anak sejak dini, baik dalam bentuk pekerja anak, kekerasan, maupun eksploitasi di ruang digital yang kini semakin marak.
Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, terus berupaya memperkuat program perlindungan anak melalui sosialisasi, pengawasan, serta koordinasi lintas sektor. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kasus eksploitasi anak sekaligus meningkatkan kesadaran publik.
Selain itu, peran keluarga disebut sebagai garda terdepan dalam menjaga anak dari berbagai ancaman. Orang tua diimbau untuk lebih aktif dalam mengawasi aktivitas anak, termasuk penggunaan media sosial yang berpotensi membuka celah terjadinya eksploitasi.
Gerakan bersama ini diharapkan menjadi momentum penting bagi seluruh warga Kota Kupang untuk bersatu melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Dengan kolaborasi yang kuat, Kota Kupang diharapkan dapat menjadi kota yang ramah anak dan bebas dari praktik eksploitasi. **go
