KOTA KUPANG, Mutiara-Timur.com – Mahasiswa dari Universitas Nusa Cendana (Undana) kini mengambil peran lebih luas di tengah masyarakat. Mereka dipercaya menjadi perpanjangan tangan Bank Indonesia untuk mengedukasi masyarakat terkait literasi keuangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Program ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara dunia akademik dan otoritas keuangan dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat dan aman. Melalui kegiatan edukasi langsung, mahasiswa diharapkan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda dan kelompok rentan.
Dalam program tersebut, mahasiswa berperan sebagai agen edukasi yang menyampaikan berbagai materi penting seperti pengelolaan keuangan pribadi, pemahaman produk dan layanan keuangan, serta risiko penipuan dan perdagangan orang yang kerap memanfaatkan lemahnya literasi masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi langkah preventif untuk menekan praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang masih menjadi perhatian di berbagai daerah, termasuk di Nusa Tenggara Timur. Dengan literasi keuangan yang lebih baik, masyarakat diharapkan tidak mudah terjebak dalam tawaran pekerjaan atau investasi yang berujung pada eksploitasi.
Selain memberikan edukasi, program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengabdian kepada masyarakat. Kampus berharap pengalaman tersebut dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kemampuan memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat.
Sinergi antara Undana dan Bank Indonesia ini diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya literasi keuangan serta meningkatkan kesadaran kolektif untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan ekonomi dan perdagangan manusia di wilayah NTT.
Program ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta pemahaman praktis mengenai ekonomi dan sistem keuangan nasional. Dengan keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang membantu masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangan.
Ke depan, kegiatan edukasi seperti ini diharapkan terus diperluas dengan menjangkau lebih banyak komunitas, sekolah, hingga desa-desa di NTT. Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun masyarakat yang cerdas secara finansial sekaligus memiliki ketahanan terhadap berbagai modus kejahatan ekonomi dan perdagangan orang. *go


