Kampus Turun Gunung! Riset Undana Dikawal Langsung untuk Pembangunan Kota Kupang

Kupang – Universitas Nusa Cendana (Undana) mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dengan memastikan hasil riset kampus tidak lagi berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi benar-benar menjadi dasar kebijakan pembangunan di Kota Kupang dalam penyusunan RKPD 2026. 

Melalui forum kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah, Undana berkomitmen mengawal implementasi program pembangunan berbasis penelitian. Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana, Yefri C. Adoe, menegaskan bahwa kampus siap menyesuaikan berbagai program pengabdian masyarakat dengan prioritas pembangunan kota. 

“Secara prinsip, Undana siap mengawal implementasi RKPD melalui berbagai program intervensi. Fokus kami memastikan riset ketahanan pangan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi dapat diadopsi langsung dalam program Pemkot Kupang,” ujarnya. 

Langkah ini menjadi bagian dari konsep “kampus berdampak”, di mana hasil penelitian harus diterjemahkan menjadi solusi nyata bagi persoalan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Kupang menekankan pentingnya kontribusi akademisi dalam merumuskan kebijakan berbasis data. Empat prioritas pembangunan Kota Kupang yang menjadi fokus RKPD 2026 meliputi:nPeningkatan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM); Penguatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat; Peningkatan kualitas pelayanan publik serta infrastruktur perkotaan; Penguatan tata kelola pemerintahan dan pemulihan pascapandemi. 

Forum ini diharapkan menjadi ruang partisipatif antara pemerintah dan perguruan tinggi agar setiap kebijakan yang dirumuskan lebih terukur dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Kolaborasi antara Undana dan Pemerintah Kota Kupang juga diperkuat dengan program “Riset Berdampak” yang mendorong penelitian multidisiplin untuk menjawab persoalan riil di daerah, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan masyarakat hingga penguatan ekonomi lokal. 

Pendekatan ini diharapkan menjadikan kebijakan pembangunan tidak lagi bersifat top-down, tetapi lahir dari kajian ilmiah dan kebutuhan nyata masyarakat.

Dengan keterlibatan aktif kampus dalam proses perencanaan daerah, pembangunan Kota Kupang ke depan diharapkan semakin berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, serta berdampak langsung pada kesejahteraan warga. *go



Iklan

Iklan