KUPANG, MutiaraTimur.com – Christian Widodo meresmikan gedung baru UPTD SD Inpres Naimata, Kamis (26/2/2026), sebagai bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025. Peresmian ini menegaskan komitmen Kota Kupang dalam meningkatkan mutu dan pemerataan layanan pendidikan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Kupang Richard E. Odja, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Kupang Yanuar Dally, S.H., M.Si., Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., Ketua Pembangunan Satuan Pendidikan Siprianus Damas Nar, para pemuka agama, Romo Sintua Efi dan Pendeta Elsa Maramba Kebang, S.Th., Kepala UPTD SD Inpres Naimata Theresa Peni Leu Wayang, S.Pd., para guru, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa sekolah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang pembentukan karakter dan nilai kehidupan.
“Sekolah bukan hanya tentang atap dan tembok. Sekolah adalah tempat menanamkan nilai, membangun karakter, serta menyemaikan tanggung jawab, integritas, dan dedikasi,” ujarnya.
Ia menekankan pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas pendidikan, kesehatan, dan kerukunan sosial. Ia mencontohkan praktik toleransi di Kota Kupang, di mana umat Muslim berjualan takjil di depan Gereja Katedral Kristus Raja Kupang dalam suasana saling menghormati.
“Esensi membangun kota terletak pada tumbuhnya pendidikan, kerukunan, dan nilai-nilai kehidupan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Gedung baru tersebut dibangun dengan total anggaran Rp3,9 miliar, terdiri dari Rp3,1 miliar bersumber dari APBN dan Rp875 juta dari APBD Kota Kupang. Wali Kota mengajak seluruh warga sekolah menjaga dan merawat fasilitas yang ada, termasuk membudayakan pemilahan sampah menggunakan tempat sampah berwarna hijau (organik), kuning (anorganik), dan merah (limbah berbahaya).
Selain itu, ia mendorong pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah untuk mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Prabowo Subianto. Setiap siswa diusulkan merawat satu tanaman sebagai bagian dari pembelajaran karakter dan kepedulian lingkungan.
“Ilmu, iman, dan karakter harus berjalan bersama. Ilmu tanpa iman dan karakter dapat melahirkan kesombongan, sementara iman tanpa ilmu dapat kehilangan arah,” pesannya kepada para siswa.
Sementara itu, Ketua Pembangunan Satuan Pendidikan, Siprianus Damas Nar, melaporkan pembangunan gedung baru merupakan bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025. UPTD SD Inpres Naimata menjadi salah satu dari 16.000 satuan pendidikan di Indonesia yang ditetapkan pemerintah pusat untuk direvitalisasi.
Pembangunan dilaksanakan melalui skema swakelola dengan nilai anggaran Rp3,147 miliar dan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender. Fasilitas yang dibangun meliputi 12 ruang kelas, satu gedung administrasi, tiga unit toilet masing-masing lima kamar, pemasangan jendela bertralis, penyediaan meja belajar, lemari dan papan tulis, pembangunan sumur resapan, serta pemasangan paving block seluas 540 meter persegi.
Bangunan sekolah juga dirancang dengan prinsip inklusivitas melalui penyediaan ramp dan akses ramah disabilitas guna memastikan seluruh peserta didik dapat beraktivitas secara aman dan nyaman.
Keberhasilan pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Kota Kupang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tim fasilitator, kepala sekolah, guru, serta para pekerja lapangan.
Dengan diresmikannya gedung baru tersebut, UPTD SD Inpres Naimata diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Kota Kupang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, memperkuat iman, serta membentuk karakter unggul dan berintegritas. *go
